BNI Siapkan KUR Musiman untuk Petani Bawang Putih dan Tembakau

Amiruddin. (suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Bank Negara Indonesia (BNI) menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung eksistensi sektor pertanian di tengah pandemi covid-19. Seperti diketahui, dampak virus corona yang telah menjangkit ke lebih dari 200 negara di dunia, menyebabkan perekonomian bergerak sangat lambat. Proyeksi pertumbuhan ekonomi direvisi, nasional, maupun NTB.

Sektor pariwisata sudah pasti terpukul. Sementara sektor yang diharapkan menjadi penolong pertumbuhan ekonomi adalah pertanian, termasuk konstruksi. Pemimpin BNI Mataram, Amiruddin mengatakan, untuk eksistensi sektor pertanian ini, BNI Mataram menyiapkan KUR kepada petani bawang putih di Sembalun, Lombok Timur. Dan petani tembakau di Pulau Lombok.

Iklan

Ada seluas 611 hektar bawang putih di Sembalun yang rencananya akan dibiayai melalui skema pembiayaan dengan bunga subsidi ini. “Awal Mei 2020 ini sudah bisa disalurkan pembiayaannya,” katanya kepada Suara NTB, Rabu, 15 April 2020. Amir menyebut, 1 hektar lahan pertanian bawang putih membutuhkan Rp120 juta. Biaya terbesar adalah untuk pembelian bibit, sekitar Rp50 juta.  Dalam ketentuan pembiayaan dengan skema KUR, perbankan tidak diperkenankan memberikan pembiayaan sepenuhnya.

“Karena itu, satu hektar kita akan biayai Rp50 juta. Tanpa agunan,” jelas Amir. Selain untuk petani bawang putih Sembalun, BNI Mataram juga menyediakan KUR untuk petani tembakau. Diketahui, tembakau menjadi komoditas primadona di Lombok. Serapan tenaga kerja dan perputaran uang saat musim tembakau cukup besar.

Karena itu, petani tembakau kata Amir juga harus tetap eksis. Agar pertumbuhan ekonomi tertolong dari dampak covid-19. Untuk pertanian perkebunan tembakau ini, kebutuhan pembiayaan untuk produksi awal sebesar Rp15 juta/hektar. BNI, menyiapkan pembiayaan dengan kredit lunak sebesar Rp10 juta/hektar. Tetap tanpa agunan.

Bahkan lebih spesial perlakukannya. Kepada petani yang mengakses KUR ini, diberikan keringanan pengembalian. Sistemnya musiman. Dibayar saat panen, atau enam bulan setelah realisasi kredit. “Setelah panen, atau setelah enam bulan. Baru dibayar pokok dan bunganya. Baik petani bawang putih, maupun petani tembakau,” kata Amir.

BNI Mataram terus melakukan verifikasi petani-petani tembakau yang akan dibantu dengan KUR. Yang terdata saat ini, baru sebanyak 325 hektar CPCL (calon petani calon lahan). Pada bagian lain, Amir juga memastikan pelayanan kepada masyarakat di BNI Mataram tetap berjalan. Ditengah upaya bersama melawan penularan corona. Mitigasi yang dilakukan BNI Mataram yaitu memperkuat internal dengan penyediaan vitamin dan makan siang kepada karyawan.

Penggunaan masker diwajibkan kepada pegawai. Kontak langsung antara pegawai dan nasabah dibatasi dengan kaca partisi di front office. Social distancing juga diberlakukan dengan membatasi jarak duduk antar pengunjung. Disediakan cuci tangan kepada pengunjung dengan menggunakan gerabah produksi lokal, pengecekan suhu tubuh. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional