BMPD NTB Memilih Berkurban di Daerah Kekeringan di Lombok Selatan

Humas BMPD NTB, Aisyah Fahrial mewakili BMPD berbagi kebahagiaan dengan berkurban di salah satu desa di Lombok Selatan, Desa Jerowaru yang menjadi langganan kekeringan (Suara NTB/bul)

Mataram (suarantb.com) – Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi NTB tetap melaksanakan tradisi tahunan berkurban pada momen Idul Adha. Untuk kurban 1441 H/2020 ini, BMPD memilih berbagi kebahagiaan dengan berkurban di salah salah satu desa langganan kekeringan akibat kemarau di wilayah selatan pulau Lombok, di Lombok Timur.

BMPD NTB adalah wadah perkumpulan sejumlah perbankan perbankan yang beroperasi di NTB. Diantaranya, Panin Dubai Syariah, Bank NTB Syariah, BCA, Mandiri Syariah, Mandiri, BNI, Danamon, BRI Syariah, BRI, BTPN, Bukopin, Bank Mega, OCBC NISP, BTN, CNB Niaga, BTN Syariah, SMBC, Panin Bank, Maybank, Prima Bank, Shinhan Bank, Sinarmas, Permata Bank, BPD Bali, Nobubank, CCB, Mayapada, BI Syariah. Ketua BPMD NTB adalah Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di NTB, Achris Sarwani.

Iklan

Setiap tahun, BMPD NTB menyiapkan anggaran untuk kurban. Untuk tahun 2020 ini, kurban dilaksanakan di Dusun Jerowaru Daya, Desa Jerowaru Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. pelaksanaan dan pembagian daging kurban diwakili Humas BMPD NTB, Aisyah Fahrial. Secara bersamaan, BMPD NTB juga membagikan masker untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di wilayah setempat.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB, Achris Sarwani sekaligus Ketua BMPD NTB mengatakan, setiap tahun BMPD NTB selalu merencanakan untuk mengadakan kegiatan kurban sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini bagi BMPD NTB serasa lebih istimewa karena kondisi khusus pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Kita merasa pasti akan berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. untuk itu makna kita berkurban ini sebagai bentuk solidaritas kprihatinan sekaligus berbagai kepada masyarakat yang terdampak di daerah yang biasanya juga terdampak kemarau,” katanya menyebut Lombok Selatan.

Kemarau yang sedang berlangsung, menurutnya menjadi pukulan dobel bagi masyarakat yang sejak triwulan I 2020 ini merasakan dampak pandemi Covid-19. Harapannya, apa yang diberikan oleh BMPD sebagai bentuk toleransi ikut berbagi dan merasakan kepedihan yang dirasakan masyarakat NTB umumnya.
“Semoga dampak yang dirasakan oleh masyarakat kita bisa terkurangi dengan kegiatan kurban dari BMPD,” demikian Achris.

Pimpinan Bank Panin Dubai Syariah, sekaligus Humas BMPD NTB, Aisyah Fahrial menambahkan, kurban tahun-tahun sebelumnya dipusatkan di Kota Mataram. Untuk kurban tahun 2020 ini dipiliha adalah daerah yang menjadi langganan kekeringan.

“Kekeringan dan Covid-19 tentu dampaknya menjadi multiple. Kita mendapatkan info disana itu banyak orang tua jompo. Dan beneran ada ratusan orang tua jompo ditempat BMPD berkurban ini,” terangnya.

BMPD NTB berkurban satu ekor sapi berbobot jumbo. Sapi ini dibeli dari peternak di daerah setempat dengan harapan sekaligus memberdayakan peternak di sana. Dagingnya dibagikan menjadi ratusan kantong. Pembagiannya juga kepada santri di Pantai Asuhan Darul Yatama Jerowaru. Kegiatan kurban ini menjadi kesyukuran tersendiri bagi masyarakat setempat yang kondisinya secara ekonomi memang sangat membutuhkannya.(bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here