BMKG : Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Praya (Suara NTB) – Masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diingatkan untuk mewaspadai perubahan cuaca yang bakal terjadi dalam beberapa hari ke depan. Adanya perubahan cuaca dimaksud berupa angin kencang disertai hujan lebat. Sementara nelayan yang berada di wilayah selatan di minta tetap waspada, karena ada potensi gelombang tinggi.

Peringatan tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Lombok International Airport (LIA), Kadek Setiawati, saat dikonfirmasi di kantornya, Senin, 19 Desember 2016. Diakuinya, saat ini gejala angin kencang sudah mulai dirasakan. Di mana kecepatan angin sudah mencapai sekitar 21 knot. Angka tersebut jauh di atas kecepatan angin pada kondisi normal yang berkisaran pada angka 12 knot.

Iklan

“Kondisi angin sekarang sudah mulai cukup kencang. Dengan kecepatan jauh di atas normal,” terangnya.

Kondisi ini berpotensi bisa membawa dampak buruk, karena angin tersebut berpotensi datang bersamaan dengan hujan dengan intensitas tinggi. Angin ini juga bisa memicu gelombang tinggi di kawasan pesisir pantai selatan dengan ketinggian gelombang antara 2 sampai 4 meter.

Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat waspada, khususnya kalau sedang beraktivitas di wilayah pantai selatan, karena gelombang tinggi bisa datang sewaktu-waktu. “Khususnya para nelayan dan wisatawan yang suka beraktivitas di laut, kalau bisa untuk saat ini hingga beberapa hari ke depan bisa mengurangi aktivitas di laut,” tambahnya.

Perubahan cuaca berupa angin kencang, lanjutnya, disebabkan oleh banyak titik tekanan rendah di wilayah NTB bagian selatan hingga Australia. Hal ini memicu angin bertiup lebih kencang dari biasanya. Pasalnya, posisi matahari sekarang ini sedang ada di bagian bumi selatan dan menyebabkan pemanasan lebih banyak di bagian selatan. Itulah yang kemudian memicu banyak titik tekanan rendah. “Karena kondisi bumi bagian selatan sekarang ini lebih panas, menyebab angin dari bumi bagian utara datang lebih kencang,” ujarnya.

Disinggung dampaknya pada penerbangan, Kadek mengaku sejauh ini belum terlihat. Pihaknya juga belum mendapat laporan gangguan penerbangan akibat angin kencang. Hanya saja, pihak maskapai juga tetap diingatkan akan kondisi angin, karena kecepatan angin sudah hampir pada batas titik toleransi.

“Biasanya kita baru beri peringatan kepada maskapai kalau kecepatan angin sudah mencapai 25 knot. Tapi dengan kecepatan angin 21 knot pun maskapai patut waspada. Karena bisa saja, tiupan angin berubah dengan cepat di atas ambang batas toleransi penerbangan,’’ terangnya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here