BMKG Keluarkan Peringatan Waspada Cuaca Ekstrem di NTB

Ilustrasi cuaca buruk (Suara NTB/ist/flickr)

Mataram (Suara NTB) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB Stasiun Klimatologi Kediri, Lombok Barat (Lobar) mengeluarkan peringatan dini waspada cuaca ekstrem pada dasarian I Desember 2018. Dengan masuknya musim hujan di sebagian besar wilayah NTB, serta peluang hujan yang tinggi perlu diwaspadai potensi terjadinya hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

‘’Serta dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,’’ kata Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kediri Lobar, Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin.

Iklan

Ia menjelaskan curah hujan pada dasarian III November 2018 di wilayah NTB secara umum berada pada kategori menengah hingga tinggi. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Lenek Duren Kabupaten Lombok Timur dengan curah hujan 466 mm.

Dari Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH), paparnya, secara umum masih ada hujan hingga tanggal update di wilayah NTB. Kondisi suhu muka laut di perairan NTB menunjukan kondisi netral, ENSO berindikasi pada kondisi el  nino lemah.

Luhur menambahkan, adanya sirkulasi angin tertutup di Laut Jawa mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin di sepanjang Jawa, Bali, NTB hingga NTT. Kondisi cuaca tersebut memberikan dampak pada peningkatan pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah NTB.

‘’Peluang terjadinya curah hujan (>50) mm per dasarian cukup tinggi dengan persentase probabilitas sebesar 70 persen di seluruh wilayah NTB,’’ katanya.

Sehingga perlu diwaspadai peluang terjadinya curah hujan di atas 100  mm per dasarian di Pulau Lombok bagian tengah dan utara serta di sebagian wilayah Kabupaten Bima dan Dompu.

Memasuki musim penghujan, belasan titik berpotensi tinggi terjadi longsor baik di Pulau Lombok dan Sumbawa. Pemprov NTB melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan antisipasi dengan menempatkan alat-alat berat pada daerah-daerah yang rawan terjadi longsor.

‘’Seperti biasa kita ada standar. Musim-musim begini kita siapkan Balai Jalan Provinsi maupun Balai Jalan Nasional, kita menyiapkan alat-alat berat,’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardi, M.TP belum lama ini.

Mengantisipasi rusaknya badan jalan dan jembatan akibat longsoran, disiapkan bahan-bahan seperti bronjong. Ardi mengatakan,  ada jalan provinsi yang putus di Kabupaten Sumbawa Barat akibat hujan lebat. Hal itu mengakibatkan gorong-gorong jalan rusak.  Kerusakan jalan itu akan ditangani darurat dengan memasang  boks beton.

Ardi menyebutkan belasan titik daerah rawan longsor di NTB. Untuk Pulau Lombok seperti akses jalan Rembiga-Tanjung, Ampenan-Senggigi-Pemenang.  Kemudian, Suela-Sembalun, Sembalun-Bayan. ‘’Itu yang rawan-rawan,’’ katanya.

Kemudian di Pulau Sumbawa, ada beberapa titik daerah rawan longsor seperti di jalan nasional di Nangatumpu, Sape. Untuk jalan provinsi, seperti ruas jalan  Lenangguar-Lunyuk, Batudulang-Semongkat. Selain itu ruas-ruas jalan di kawasan Tambora.

Beberapa sungai yang ada di Pulau Lombok, seperti Sambelia, Darakunci, Kokoq Putek juga perlu diantisipasi. Pasalnya, akibat longsor, dapat mengancam jembatan yang ada. Di Kota Bima, diharapkan sebanyak tiga jembatan yang diperbaiki segera tuntas. Sehingga ketika musim hujan datang, air sungai tak tersumbat. (nas)