BMKG Imbau Waspadai Gelombang Tinggi

Topan Primadi. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan. Termasuk Selat Sape bagian utara dan selatan di Pulau Sumbawa. Menyikapi kondisi itu, BMKG Bima menghimbau warga pesisir untuk selalu waspada, pun menunda sementara waktu aktifitas penangkapan ikan.

Kepala BMKG Bima, Topan Primadi kepada Suara NTB, Selasa, 7 September 2021 menjelaskan, informasi tinggi gelombang laut awalnya disampaikan BMKG pusat. Kemudian berlanjut dengan keluarnya peringatan dini dari BMKG Mataram, baik untuk wilayah perairan Pulau Lombok dan Sumbawa.

Iklan

Khusus di Pulau Sumbawa, tepatnya wilayah perairan yang menjadi jalur penyeberangan kapal dari Pelabuhan Bima, Sape dan Poto Tano ada peningkatan kecepatan angin hingga membuat gelombang laut cukup tinggi. “Informasi itu sudah kita sebar, untuk gelombang laut sejak Tanggal 3 September 2021 di wilayah perairan tadi memang cukup tinggi,” ungkapnya.

Gelombang tinggi ini, prediksinya berlanjut hingga tiga hari kedepan. Pada Selat Sape bagian utara dan selatan, tingginya berkisar 0,5-2 meter. Sedangkan Selat Alas bagian utara dan selatan kisarannya 0,5-4 meter.

Mengingat berpotensi mengganggu aktifitas penyeberangan, Topan Primadi berharap, pihak pelabuhan intens memantau perkembangan cuaca untuk memutuskan buka tutup sementara pelabuhan demi keamanan bersama. “Tinggi gelombang laut ini kita prediksikan tiga hari kedepan masih ada potensi cukup tinggi,” ujarnya.

Selain pihak pengelola pelabuhan, ia menghimbau masyarakat pesisir pantai, terutama nelayan dan pemancing yang melakukan aktifitas di laut untuk selalu berhati-hati, bila perlu menunda sementara waktu kegiatan tersebut sampai kondisi cuaca kembali normal. “Harus sedikit berhati-hati atau menunda kegiatan tersebut hingga kondisi gelombang lebih baik,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional