BMKG Bima Imbau Warga Tampung Air Hujan

Hujan lebat mengguyur Kota Bima Pada Jumat 25 Juni 2021. Kondisi tersebut diprediksi BMKG tidak berpotensi banjir, Jumat, 25 Juni 2021.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Sejumlah wilayah di Kabupaten/Kota Bima dan Dompu, diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Jumat 25 Juni 2021. Fonomena alam di tengah musim kemarau pertengahan tahun ini, diperkirakan tidak berpotensi banjir. BMKG justru menghimbau warga menampung dan memanfaatkan air hujan untuk meminimalisir dampak kekeringan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima, Topan Primadi dikonfirmasi Suara NTB menjelaskan, Kabupaten/Kota Bima dan Dompu masih menghadapi musim kemarau. Situasi ini diperkirakan berlangsung hingga Oktober mendatang. “Kita mengambil kesimpulan bahwa untuk wilayah Bima dan Dompu, saat ini masih mengalami musim kemarau,” ungkapnya.

Iklan

Berkenaan dengan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi selama beberapa hari terakhir, dijelaskan ini pengaruh pola belokan angin yang berada di atas Pulau Sumbawa dan Lombok. Kondisi tersebut menyebabkan awan konvektif di  wilayah perairan selatan Indonesia terbawa melewati dua pulau ini, sehingga terjadi hujan secara tidak merata.

Suhu muka laut perairan selatan yang cukup hangat membuat banyaknya penguapan hingga tumbuh awan-awan konvektif. “Awan inilah yang terbawa ke wilayah Pulau Sumbawa, khususnya Bima dan Dompu. Pada saat fase matang turun menjadi hujan,” jelasnya.

Meski terjadi hujan di sejumlah wilayah, Topan Primadi mengingatkan, karena tiga daerah ini masih dalam situasi musim kemarau, masyarakat serta elemen terkait harus tetap menaruh kewaspadaan. Terutama untuk ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta krisis air akibat kekeringan.

Bahkan bagi daerah diguyur hujan, ia mengharapkan warga menampung dan memanfaatkan air tersebut untuk meminimalisir dampak kekeringan. “Kondisi hujan ini tidak berlangsung panjang, hanya beberapa hari saja. Itu juga tidak merata di semua wilayah. Untuk potensi terjadi banjir nihil,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional