Blue Bird Bali-Lombok dan WWF Indonesia Jalin Kemitraan untuk Program “Signing Blue”

Penandatanganan kerjasama Blue Bird dengan WWF

Setelah resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan WWF Indonesia pada 2018 lalu melalui pengurangan sampah plastik di Bali, kini Blue Bird wilayah Bali dan Lombok memperkuat komitmennya dengan menjadi Blue Allies untuk melakukan praktik terbaik dalam mendukung konservasi lingkungan, kelestarian hayati laut, serta pemberdayaan masyarakat setempat yang dapat dilakukan di Bali dan Lombok.

Bernaung dalam Program Signing Blue, Blue Bird wilayah Bali Lombok dan WWF-Indonesia mendorong para staff dan pelanggan untuk turut dalam upaya pelestarian wisata. Melalui program ini, Blue Bird Bali-Lombok akan diberikan penilaian berupa starfish dan pendampingan secara komprehensif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan praktik bisnisnya di beberapa aspek yang melingkupi lingkungan, sosial ekonomi dan budaya, serta efektivitas manajemen.

Iklan

Head Program Signing Blue, Marine Tourism, WWF Debrina Puspitasari Winarko mengatakan, sebagai salah satu pemimpin pasar di bidang jasa transportasi, WWF sangat mengapresiasi antusiasme Blue Bird Bali-Lombok untuk bergabung dalam program Signing Blue yang masuk dalam kategori Blue Allies. Program ini mendukung sekaligus mendorong mitra trip operator dalam menjalankan tata kelola dan praktik bisnis yang bertanggung jawab.

“Didukung dengan komitmen Blue Bird yang luar biasa, kami berharap program ini akan membawa manfaat dan dampak positif bagi kelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat setempat dan pemangku kepentingannya yaitu wilayah, pemerintah dan pasar,” ujarnya.

Sementara Head of Blue Bird Area Bali-Lombok, Panca Wiadnyana mengatakan,dirinya telah  mengenal kata Tri Hita Karana, yang menekankan kehidupan manusia harus menyeimbangkan tiga hal yaitu hubungan dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan alam sekitar. Karenanya dari awal Blue Bird berprinsip untuk menjaga keseimbangan dengan alam, lewat beberapa inisiatif seperti mobil listrik (Langit Biru Blue Bird),  pengurangan produksi sampah di proses produksi Blue Bird, dan yang terbaru adalah menghapuskan penggunaan botol plastik sekali pakai di wilayah Blue Bird Bali dan Lombok. Hal ini juga sesuai dengan program pemerintah Bali maupun NTB.

“Bukan hanya itu, untuk menjaga keselarasan Tri Hita Karana, kami juga berpartispasi dalam giving back to community, seperti pengajaran seni kebudayaan, Pendidikan lewat anak asuh Blue Bird dan beasiswa,” ujarnya.

CSO Blue Bird Paul Soegianto menambahkan, sebagai korporasi Blue Bird sangat konsen mengenai pengembangan berkelanjutan, pengurangan dampak lingkungan serta giving back to the community. Blue Bird telah memberikan lebih dari 33.000 beasiswa kepada anak didik pengemudi Blue Bird, dan dengan program Langit Biru Blue Bird, perusahaan ini berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan lewat operasi Blue Bird.

“Kami berterima kasih atas pengakuan dari WWF untuk Bluebird lewat Blue Aliases untuk Bluebird Bali dan Lombok, memberi bukti untuk komitment Blue Bird untuk terus pengembangan transportasi yang berkesinambungan secara bisnis, lingkungan dan community,” katanya.

Signing Blue adalah program yang diinisiasi oleh WWF-Indonesia untuk mewujudkan pariwisata yang bertanggung jawab (Responsible Tourism), termasuk untuk wisata bahari. Sebagai langkah awal dari kemitraan strategis dengan WWF-Indonesia, Blue Bird wilayah Bali dan Lombok berkomitmen bergabung dalam Blue Allies dengan tujuan menyelaraskan meningkatnya performa perusahaan di area Bali dan Lombok dengan kelestarian lingkungan dan alam. Diyakini, kelestarian alam dan lingkungan yang terjaga baik akan mendukung tak hanya keberlanjutan kinerja perusahaan, namun halnya masyarakat sekitar.(bul/*)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional