BLK NTB Produksi Masker dan Handsanitizer untuk Masyarakat Sekitar

Proses pembuatan masker di BLK NTB untuk dibagi-bagi ke lingkungan sekitar. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Balai Latihan Kerja (BLK) NTB Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB menghentikan sementara seluruh kegiatan pelatihan yang diselenggarakan reguler. Sembari menunggu situasi membaik, UPTD Dinas Nakertrans Provinsi NTB ini memproduksi masker dan handsanitizer untuk mendukung pemerintah menekan penularan virus Covid-19.

Penghentian sementara aktivitas di BLK NTB, sebagai tindak lanjut edaran Pemerintah Daerah untuk pembatasan kegiatan/berkumpul untuk memutus mata rantai penularan wabah Covid-19. BLK NTB telah tuntas melaksanakan 13 paket pelatihan dari APBN. Masing-masing paket sebanyak 16 orang. Atau total sebanyak 208 orang yang seyogyanya sedang melaksanakan job training di masing-masing perusahaan.

Iklan

“Yang OJT ini sementara ditunda juga. Karena banyak perusahaan yang tutup, terutama di hotel. Penundaan OJT juga dilakukan untuk mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” kata Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Dr. Muhammad Agus Patria, SH, MH melalui Kepala BLK NTB, Hj. Sri Wilujeng, S.Sos, MM. Kegiatan pembelajaran paket selanjutnya, seyogyanya sedang berjalan. Melihat kondisi penyebaran virus corona, peserta pelatihan ini diminta kembali ke rumah masing-masing. Sembari menunggu instruksi pemerintah selanjutnya.

Tahun 2020 ini, BLK NTB akan menyelenggarakan melatih berbasis kompetensi  sebanyak 13 paket yang didukung anggaran daerah (APBD NTB). dan 30 paket dari anggaran pemerintah pusat (APBN). Total sebanyak 43 paket (x 16 orang/paket) dengan  688 orang peserta. “Paket yang telah berjalan 13 paket dari APBN, dan saat ini sedang OJT di Industri. Namun karena himbauan dari pemerintah diliburkan, BLK meliburkan yang sedang OJT ini dan kegiatan yang lainnya menunggu instruksi lebih lanjut,” jelas Wilujeng.

Untuk siswa pelatihan jurusan garmenbapparel yang sedang melaksanakan OJT, BLK NTB menariknya beberapa saat untuk membuat masker. Hasil produksi masker, ratusan lembar telah dikirim ke BLK Lombok Timur dan sebagian di bagikan ke masyarakat sekitar lingkungan BLK NTB di Dasan Cermen. “Alhamdulillah, kita di BLK NTB sebagai UPTD Dinas Nakertrans NTB berupaya berperan aktif membantu pemerintah dalam upaya pencegahan penularan Covid-19,” imbuhnya.

Kegiatan lain yang diselenggarakan di BLK NTB yaitu pembuatan hand sanitizer. Baik yang berbahan dasar alkohol, maupun yang berbahan dasar alam berupa ekstrak daun sirih dan lemon. Produksi hand sanitizer ini tahap awal sebanyak 50 botol. Selanjutnya produksi terus dilakukan sebanyak mungkin untuk dibagi-bagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Baik pedagang asongan, pedagang lapak, dan masyarakat sekitar di Lingkungan Kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya Mataram.

“Kami berharap kedepan dapat melakukan penambahan produksi hand sanitizer lebih banyak untuk disalurkan ke masyarakat di Provinsi NTB,” demikian Hj. Wilujeng. Sembari kegiatan reguler terhenti sementara, BLK NTB melakukan penyemprotan disinfektan diseluruh gedung dan areanya. Kata Hj. Wilujeng, untuk memastikan BLK NTB steril dari potensi virus.

Pada bagian lain, BLK NTB juga tengah menunggu teknis pelaksanaan dari Kemaneker untuk peserta pelatihan pra kerja. Yang jelas, kata Hj.Wilujeng, pelatihan akan pandu secara online. Seperti diketahui, Disnakertrans NTB mencatat 14.000 orang telah terdaftar untuk menerima manfaat program Kartu Pra-kerja. Jumlah ini masih sedikit dari total kuota yang diberikan pemerintah sebanyak 50.229 slot.

Bagi masyarakat yang memenuhi kriteria, diwajibkan mengikuti pelatihan keterampilan kerja agar mendapatkan insentif yang disediakan pemerintah pusat. Sebagai informasi, penerima Kartu Pra-kerja akan mendapatkan insentif dan bantuan dengan total mencapai Rp3.550.000. Rinciannya, biaya bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp150 ribu. Insentif tersebut akan diberikan setelah peserta menyelesaikan minimal satu sesi pelatihan. (bul/*)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional