BLK NTB Kebanjiran Peminat

BLK NTB diserbu calon peserta pelatihan berbasis kompetensi untuk gelombang pertama tahun 2020.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah peminat yang mendaftar untuk mengikuti program pelatihan yang disiapkan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) NTB tidak berbanding lurus dengan jumlah kuota peserta yang akan diterima. BLK NTB di Dasan Cermen, Mataram membuka program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Program yang dilaksanakan secara rutin oleh UPT Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi ini diserbu peminat.

BLK Mataram Senin pekan kemarin melakukan rekrutmen peserta pelatihan berbasis kompetensi untuk tahun 2020. Kuota peserta yang disediakan hanya 208 peserta, namun peserta yang mendaftar hingga 1.777  orang.

Iklan

“Besarnya animo dan minat masyarakat NTB untuk mengikuti pelatihan di BLK NTB sangat kami apresiasi. Sekaligus merasa bersedih karena dari 1.777 orang pendaftar di gelombang pertama ini yang akan diterima sekitar 208 orang,” kata Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Dr. Muhammad Agus Patria, SH, MH melalui Kepala BLK NTB, Hj. Wilujeng.

Tahun 2020 ini, kata Hj. Wilujeng, pemerintah memberikan dukungan untuk menyelenggarakan PBK sebanyak 30 paket, atau kepada 480 orang. Saat ini ada 1.297 peserta yang akan bersaing, mengacu pada jumlah pendafatar untuk gelombang pertama, dikurangi dengan kuota peserta pelatihan tahun 2020 ini. Belum lagi pendaftar tambahan pada setiap gelombang yang akan dibuka di bulan-bulan berikutnya.

Dengan tingginya animo peserta mengikuti pelatihan di BLK NTB, Hj. Wilujeng berharap tidak mengecewakan peserta yang tidak lolos seleksi. Ia juga berharap pemerintah memberikan tambahan paket pelatihan. Baik yang didukung dari APBD, maupun APBN. Untuk kuota pelatihan tahun 2020 ini, BLK NTB menyelenggarakan pelatihan untuk 18 sub kejuruan. Diantaranya, pelatihan pembuatan roti dan kue, pelatihan menjahit pakaian dengan mesin, pelatihan praktikal office advanced.

Pelatihan computer technical support, pelatihan computer operator assistant, pelatihan perawatan AC Split, pelatihan junior administrative assistant, pelatihan staf administrasi, pelatihan menjahit sesuai style. Pelatihan menjahit komponen pakaian, pelatihan pembuatan desain grafis, pelatihan operator listrik industri, pelatihan perawatan dan perbaikan 10.000 Km sepeda motor, pelatihan kendaraan ringan sistem injeksi, pelatihan mekanis junior mobil. Pelatihan pengelasan, pelatihan room devision dan pelatihan FB service.

Pelatihan untuk 18 sub kejuruan ini, kata Hj. Wilujeng, diantaranya dipersiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja untuk sektor pariwisata yang menjadi prioritas pemerintah mengembangkannya. Terlebih dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MotoGP 2021. “Untuk beberapa bidang pekerjaan, sudah kita siapkan agar tenaga-tenaga kerja lokal yang akan menjadi pemeran kebutuhan tenaga kerja pada pembangunan di NTB,” demikian Hj. Wilujeng. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional