“Blank Spot” di Penyangga KEK Mandalika, Pemprov NTB Buat Catatan

Infrastruktur di Mandalika terus dibangun. Yang tidak boleh terlupakan adalah memadainya infastruktur telekomunikasi (Suara NTB/bul)

Praya (Suara NTB) – Pemprov NTB memberikan catatan blank spot di daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Menjelang akan menjadi tuan rumah MotoGP, seyogiyanya tidak lagi ada daerah-daerah penyangga yang kesusahan sinyal. Catatan ini disampaikan Gubenur NTB, Dr. H. Zulkieflimanyah yang diwakili Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi saat meresmikan bank pakan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Senin, 23 November 2020.

Desa Mertak nyaris tak berjarak dengan Kuta, Pujut. Tempat dibangunnya kawasan super perioritas nasional. Berada di salah satu dusun di desa ini, sinyal operator seluler praktis hilang. Komunikasi dengan handphone terputus. Terutama untuk akses internet. Gita yang yang tengah berpidato memberikan sambutan mengalihkan sebentar pembahasannya, soal blank spot. Blank spot sendiri adalah kondisi di mana suatu tempat tidak tersentuh atau tercover sinyal komunikasi.

Baik untuk komunikasi analog seperti jaringan telepon atau komunikasi digital seperti jaringan internet. Bila suatu tempat terjadi blank spot, maka akan sulit terjadi komunikasi dua arah. Daerah penyangga KEK Mandalika ini dikatakan sebagai daerah segitiga emas. Di Pujut ada KEK Mandalika, tak jauh dari Mandalika adalah Teluk Bumbang  yang menjadi pusat pendaratan ikan nasional dengan adanya Pelabuhan Awang. Lalu di Mertak adalah daerah pengembangan ternak.

“Disini juga ada daerah segitiga emas. Tidak boleh ada blank spot. Ini menjadi catatan Pemprov,” kata Sekda. KEK Mandalika adalah daerah pariwisata premium yang saat ini dikembangkan oleh Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC). Tahun 2021 ini dijadwalkan sebagai tuan rumah perhelatan MotoGP. KEK Mandalika saat ini terus dibangun.

Infrastruktur telekomunikasi adalah syarat pendukung yang sangat vital di KEK Mandalika dan daerah-daerah kawasan penyangganya. Apalagi dijadwalkan tamu-tamu dari berbagai penjuru dunia akan datang. Kedatangan para penonton MotoGP nantinya diyakini tak hanya fokus pada kegiatan menonton balap motor bergengsi ini.

Wisatawan pastinya akan mengeksplorasi daerah-daerah sekitar dan potensinya. Tanpa terkecuali di Desa Mertak yang sangat potensial sektor peternakannya dan potensial sebagai agro industri. Karena itu, kata Sekda, daerah segitiga emas ini harus dekat dengan akses pasar. “Bagaiamana dia memanfaatkan konsumen, akses pasar, transaksi dan sebagainya, kalau masih terkendala kepada sinyal. Tidak boleh ada blank spot lagi,” ujarnya.

Pemprov NTB akan perjuangkan dan akan berkonsolidasi dengan Diskominfotik dan operator-operator seluler untuk mengatasi masih adanya blank spot. (bul)