Blangko Tak Kunjung Datang, Daftar Tunggu Cetak E-KTP di Lotim Capai 80 Ribu

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 80 ribu orang yang sudah melakukan perekaman dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) tampaknya harus bersabar. Kesabaran itu sangat dibutuhkan terkait kondisi saat ini. Dimana, blangko E-KTP untuk di wilayah Kabupaten Lotim masih kosong.

Dikonfirmasi Suara NTB di ruang kerjanya, Senin, 7 November 2016, Kepala Bidang Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lotim, Atmayakin menjelaskan, saat ini pihaknya terus berupaya melakukan perekaman terhadap masyarakat yang wajib KTP hingga ke tingkat kecamatan meskipun blangko E-KTP hingga saat ini masih kosong.

Iklan

Perekaman itu dilakukan untuk mempercepat proses pencetakan E-KTP apabila kebutuhan blangko sudah datang serta merupakan langkah untuk menghindari praktik Pungli dan calo.  Dikatakannya, hingga saat ini daftar tunggu untuk proses pencetakan e-KTP di kabupaten Lotim sebanyak 80 ribu orang.

“Hingga saat ini ketersediaan blangko E-KTP masih kosong. Sama sekali tidak ada sisa kecuali yang rusak,” jelasnya.

Atmayakin menerangkan, dari 80 masyarakat yang sudah melakukan perekaman itu, daftar tunggu yang siap untuk dicetak setelah dilakukan proses verifikasi sebanyak 20 ribu. Maka dari itu, katanya, untuk menyiasati kebutuhan masyarakat akan E-KTP ini dibuat surat keterangan pengganti E-KTP terutama bagi masyarakat yang sudah dinyatakan datanya lengkap dan tidak memiliki kekeliruan ataupun data ganda.

Keberadaan surat keterangan pengganti E-KTP ini, katanya, bisa dipergunakan oleh masyarakat sebagaimana fungsi dari KTP, baik untuk kebutuhan di rumah sakit, pendidikan, mendaftar haji dan lain sebagainya. Hanya saja, masa berlakunya surat keterangan pengganti E-KTP ini selama 30 hari, namun apabila dibutuhkan bisa dilakukan perpanjangan.

“Kemarin kita dijanjikan oleh blangko akan datang pada November. Namun setelah dijemput lagi ke pusat, informasinya blangko akan datang bulan Desember,” ungkapnya. Ia menambahkan, terakhir blangko E-KTP dikirim ke Kabupaten Lotim pada bulan September lalu sebanyak 4.000 blangko dan langsung habis dalam kurun waktu sekitar dua minggu.

Terkait dengan 80 ribu daftar tunggu yang sudah melakukan perekaman, Atmayakin menyebut jika jumlah itu di luar dari masyarakat yang mengusulkan perubahan seperti perubahan status apabila sudah kawin, serta belum masuknya data perekaman yang dilakukan di kecamatan dan lainnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here