Blangko KTP di Mataram Kosong

Chaerul Anwar (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Blangko kartu tanda penduduk di Kota Mataram kosong. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mengeluarkan surat keterangan (Suket) sebagai pengganti identitas kependudukan sementara. Tak tersediannya blangko KTP disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, Chaerul Anwar, terjadi sejak 1 Juni lalu.

Penyebabnya terbatasnya blangko KTP diberikan oleh Dirjen Administrasi Kependudukan pada Kementerian Dalam Negeri. Kemendagri kabarnya belum melakukan pengadaan. “Awal Juni itu sudah terbatas,” kata Chaerul ditemui saat menghadiri acara di Pendopo Walikota Mataram, Kamis, 20 Juni 2019 malam.

Iklan

Dukcapil terpaksa harus mengeluarkan Suket sebagai pengganti KTP sementara. Masa berlaku Suket tambahnya, hanya enam bulan. Chaerul menyebutkan, stok blangko sama sekali tidak ada alias kosong. “Sudah dua minggu ini kita gunakan Suket,” tambahnya.

Kosongnya blangko KTP baru pertama kali sejak kasus e – KTP mencuat dan ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Setelah itu, stok blangko tetap tersedia. Pihaknya tak lagi mengeluarkan Suket. Biasanya sambung Chaerul, jika stok 500 keping blangko. Pihaknya langsung meminta tambahan ke pemerintah pusat. Dirjen Adminduk memberikan jatah 10.000 kepeting blangko. Itupun akan habis dalam beberapa bulan.

“Yang 4 ribu keping saja habis selama tiga bulan,” sebutnya. Saat ini, masyarakat banyak mengurus perubahan status dan pencetakan KTP bagi pemula yang hendak masuk perguruan tinggi. Disampaikan, ketidaktersedian blangko dimaklumi oleh masyarakat. Suket juga bisa digunakan untuk keperluan administrasi apapun, meski memiliki masa berlaku.

Untuk ketersediaan blangko KTP, Chaerul belum berani memastikan, karena tergantung dari pengadaan dari pemerintah pusat. Akan tetapi, ia mengharapkan Pemprov NTB aktif jemput bola ke pemerintah meminta kouta blangko KTP. Dan, mendistribusikan ke masing – masing kabupaten/kota. “Kita mintalah pemerintah provinsi aktif,” katanya. Mantan Kasat Pol PP juga mengharapkan, blangko cepat tersedia supaya masyarakat tidak perlu menggunakan Suket. (cem)