BKPM Wajibkan Investor Gandeng IKM/UKM Lokal

H. Muhammad Rum (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Aktivitas investasi dari perusahaan-perusahaan asing dan nasional dinilai dapat menjadi salah satu kunci pengembangan IKM/UKM di NTB. Untuk itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) disebut akan memaksa investor agar menggandeng pelaku UMKM dalam proses investasinya

‘’Harus seperti itu. Sehingga ke depan kita akan lebih fokus mencari investor yang sejalan dengan usaha yang digeluti oleh UKM dan IKM NTB,’’ ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Ir.H. Mohammad Rum, MT saat dikonfirmasi, Selasa, 14 Juli 2020.

Iklan

Menurutnya, perusahaan asing atau perusahaan dalam negeri ke depan harus menjalin kerja sama dengan pengusaha yang ada di dalam daerah, terutama pelaku IKM/UKM. Mengingat potensi yang dimiliki masing-masing IKM/UKM dinilai cukup besar untuk terlibat dalam program investasi.

Untuk mewujudkan kerja sama tersebut, investor diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan IKM/UKM yang ada. ‘’Mereka (pelaku usaha, Red) siap. Tinggal kita menunggu investor yang sesuai dengan bidang mereka para UKM atau IKM. Karena banyak sekali peluangnya dari UKM dan IKM ini,’’ jelas Rum.

Dicontohkan, beberapa peluang investasi yang dapat dikerjasamakan seperti pengembangan pengolahan kopi, pengolahan hasil perikanan dan kelautan. Pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, dan lain-lain. Termasuk untuk produk-produk yang mengisi paket Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Kendati demikian, diakui Rum sampai saat ini belum ada calon investor yang sesuai dengan bidang-bidang IKM/UKM tersebut. “Mungkin saja (ada investor yang sesuai), asalkan ada usaha kita yang maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, dengan menggabungkan pemberdayaan IKM/UKM dengan program investasi dapat menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan terbukanya lapangan kerja di dalam daerah. Mengingat pengembangan usaha lokal akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Upaya-upaya tersebut juga didukung oleh BKPM yang mengancam tidak akan menerbitkan izin investasi bagi perusahaan yang menolak menjalin kerja sama dengan pengusaha lokal. Di sisi lain, pengusaha lokal yang digandeng investor juga diharuskan memenuhi beberapa kriteria seperti profesionalitas atau track record selama menjalankan bisnis.

Dengan adanya arahan dari BKPM tersebut, Rum berharap calon investor dapat melihat potensi-potensi yang bisa saling menguntungkan. Khususnya terkait nilai investasi yang diproyeksikan dapat sejalan dengan pengembangan IKM/UKM di daerah.

Menurutnya, salah satu keuntungan investor dengan menggandeng pengusaha lokal adalah adanya mitra kerja yang pasti dan terjaminnya aset investasi sendiri. ‘’Pastinya seperti itu. Investor dapat mitra konkret di daerah dan ada kemudahan lainnya. Yakni adanya jaminan keamanan bagi aset yang dikelola atau dimiliki investor. Kesenjangan akan mengecil juga,’’ tandas Rum. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here