BKKBN NTB Gelar Seminar Nasional Program KKBPK

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingin Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah saat memberikan materi

Mataram (Suara NTB) – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB menggelar Seminar Nasional Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan tema Perempuan Pilar Pembangunan Manusia Menuju Generasi Emas NTB Tahun 2025. Seminar itu dilaksanakan di Taman Budaya, pada Sabtu (15/12). Diikuti tak kurang dari 750 peserta yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi.

 

Iklan

Hadir sebagai keynote speaker, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Sementara itu narasumber dalam seminar ini yaitu Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Drs., Lalu Makripuddin, M.Si., Putri Pariwisata NTB tahun 2012, Ninda Putri Laili, S.Pd., dan Juara II Duta Generasi Berencana (GenRe) Indonesia 2018 Jalur Pendidikan Putri, Dina Huswatun Hasanah.

 

Ketua panitia  yang juga  Kepala Bidang Advokasi Penggerakan Informasi (Adpin) BKKBN Provinsi NTB, Drs. Samsul Anam, M.Ph, dalam sambutannya mengatakan, beberapa hal yang melatarbelakangi seminar ini, karena NTB termasuk provinsi yang masih tinggi akan pernikahan usia anak. Selain itu masing tinggi kasus stunting, masih rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, dan sebagian besar ibu rumah tangga di NTB belum produktif.

 

“Tujuan umum untuk  meningkatkan pengetahuan remaja, mahasiswa tentang persiapan perempuan dalam kemandirian untuk berkontribusi mewujudkan generasi emas NTB tahun 2025,” katanya.

 

Peserta kegiatan berasal dari beberapa prguruan tinggi, antara lain STIKES Yarsi Mataram, UNTB, Universitas Muhammadiyah Mataram, STIKES Mataram, Uniqbha, Poltekkes, dan lainnya.

 

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah sebagai keynote speaker menyampaikan sejumlah data terkait perempuan. Ia menyampaikan,  perempuan sangat penting dalam pembangunan. “Harus kita pahami dulu. Betapa tidak, kalau berbicara mengenai parameter kesehatan masyarakat, peran perempuan sangat dominan, semua angka kesehatan, semua kaitannya dengan perempuan,” katanya.

 

Tentunya peran perempuan sangat penting. Jika mengetahui peran perempuan penting, maka harus serius meningkatkan kualitas perempuan. “Majunya daerah ini, majunya Indonesia, besar perannya perempuan,” ujarnya.

 

Narasumber seminar, Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah dalam kesempatannya mengatakan, waktu menuju generasi emas NTB tahun 2025 cukup singkat. “Kita semua dituntut mencapi cita-cita bersama lahirnya generasi emas NTB,” ujarnya.

 

Dari jumlah penduduk di NTB, jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Jumlah penduduk yang besar ini bisa menjadi beban atau modal. Perempuan memiliki peran penting dalam keluarga, yaitu sebagai ibu dalam keluarga, sebagai istri, dan peran perempuan dalam masyarakat.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Drs., Lalu Makripuddin, M.Si., mengatakan perempuna menentukan masa depan, maka ia mengajak semua pihak peduli. Perempuan berhadapan dengan banyak masalah, seperti rata-rata lama sekolah rendah, sumbangan pendapatan rendah, sebagian besar perempuan bekerja di sektor informal, dan lainnya. “Maka kita tingkatkan kualitas diri kita,” katanya.

 

Program Keluarga Berencana (KB) untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat, tidak sebatas membatasi kelahiran.  “Salah satu syarat kita bisa menikmati bonus demografi jika perempuan masuk ke pasar kerja, kenapa? Karena julah perempuan yang lebih banyak ketimbang laki-laki, saat ini kontribusi perempuan hanyak 30 persen. Bagaimaan bisa masuk ke pasar kerja? Sudah tentu perempuan itu harus meningkatkan kualitas,” katanya.

 

Putri Pariwisata NTB tahun 2012, Ninda Putri Laili, S.Pd., dalam kesempatanya menyampaikan materi dengan judul menjadi perempuan Sukses, Penting, berprestasi (Super). Menurutnya karakter dasar yang menjadi bagian dari perempuan Super yaitu memiliki pola pikir yang positif, selalu memiliki integritas, menjadi seorang yang baik, dan selalu berani ambil risiko atau bertanggungjawab pada apa yang diperbuat.

 

Sementara itu, Juara II Duta Generasi Berencana (GenRe) Indonesia 2018 Jalur Pendidikan Putri, Dina Huswatun Hasanah mengatakan, generasi milenial memiliki percaya diri. Juga bisa terkoneksi dengan siapapun. “Dengan koneksi ini bisa mewujudkan impian. Hidup itu dinamis, itulah kenapa kita harus berubah, kalau tidak, jadi sampah” katanya.

 

Dalam kesempatan itu juga dilakukan sesi dialog antara peserta dengan pemateri. Juga dilakukan pembagian door prize dan sejumlah hiburan. (ron/*)