BKKBN Gelar Promosi Pelayanan KB dan KR Berkualitas SJSN di Ponpes Sabilul Falah L-Safa Aikmel Timur

Pemberian bantuan dan doorprize kepada peserta sosialisasi yang hadir di Ponpes Sabilul Falah L-Safa Aikmel Timur. (Suara NTB/yon) Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena memberikan sambutan

Selong (Suara NTB) – Perwakilan BKKBN NTB, terus meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan menggelar Promosi Pelayanan KB dan KR Berkualitas SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) di Ponpes Sabilul Falah L-Safa Aikmel Timur yang dilaksanakan Minggu (11/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr.Drs. Lalu M. Makripudin, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, MHS, Direktur Lini Lapangan BKKBN Pusat, Drs. Wahidin, M.Kes, Kepala DP3AKB Lotim, H. Suroto, SKM, M.Kes, pengurus Ponpes dan Pokja Kampung KB serta ratusan masyarakat setempat. Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. M. Makripudin, menjelaskan bahwa tujuan KB untuk meningkatkan kualitas masyarakat. Program KB merupakan program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan melawan stunting, gizi buruk dan beberapa faktor lainnya yang dapat menyebabkan kebodohan dan lambatnya berpikir terutama bagi anak. Apabila ini terjadi, ketika anak itu memasuki usia produktif maka mengalami masalah dalam berpikir. Artinya, program KB bertujuan untuk meningkatkan IQ anak-anak. Dijelaskannya bahwa perhatian orang tua terhadap anak harus terus ditingkatkan mulai dari ketika anak itu berada dalam perut ibu atau sedang hamil. Bentuk perhatian yang diberikan yakni seorang ayah harus sering-sering mengelus-elus perut istri. Setelah anak itu lahir diberikan air susu ibu selama 6 bulan hingga 2 tahun. Apabila itu dilakukan maka anak menjadi sehat dan cerdas. “Untuk mewujudkan itu maka dilakukan dengan program KB,” ujarnya.

Iklan

Dijelaskan pula apabila menggunakan alat kontrasepsi oleh perempuan tidak cocok, maka dianjurkan laki-laki menggunakan Metode operasi Peria (MOP) ini. Penggunaan alat kontrasepsi baik oleh perempuan maupun laki-laki sangat penting karena dengan menggunakan alat kontrasepsi maka kehidupan suatu keluarga semakin sehat terencana dengan baik. Direktur Lini Lapangan BKKBN Pusat, Drs. Wahidin, MKes, mengharapkan supaya seluruh pasangan subur dapat dilayani KB yang baik dan berkualitas. Apabila masyarakat tidak dilayani dengan baik dan berkualitas, maka masyarakat melaporkan ke pemerintah dalam hal ini instansi terkait. Pada kesempatan itu, dijelaskannya beberapa alat kontrasepsi berupa, implant, suntikan, iud, pil, kondom, MOP, MOW.

Ditegaskan, bahwa tugas dan kewajiban ibu menyusui minimal 2 tahun. Selain sebagai pemenuhan terhadap hak anak. Diberikannya ASI ibu terhadap anak juga berdampak pada kesehatan dan kecerdasan anak yang kelak menjadi pemimpin masa depan. Untuk itu, seorang pemimpin harus memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Apabila tidak melakukan MOW, berpeluang mengganggu masa depan ibu, termasuk MOP bisa menyebabkan fatal,” ujarnya.

Adapun cara penggunaan KB berkualitas yakni dengan melakukan konseling dengan baik. Dimana petugas harus memberikan penjelasan secara detail sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan pemahaman yang jelas.

Kepala BP3AKB Lotim, H. Suroto, SKM, M.Kes, pernikahan usia muda sangat berdampak buruk kepada keberlangsungan hidup seseorang. Supaya tidak melakukan pernikahan dini dan generasi penerus bangsa menjadi anak-anak yang bepretasi, menjadi pemimpin masa depan. Semangat menunda usia perkawinan sebelum waktunya harus terus disosialisasi dan digalakkan. Pimpinan Cabang BPJS Selong, Dr. Gerry Adhikusuma, mengungkapkan promosi pelayanan KB-KR untuk mewujudkan generasi yang unggul. Ia mengajak supaya masyarakat datang ke Puskesmas ketika sehat dan bukan ketika sakit. Serta merencanakan kehidupan untuk menciptakan masyarakat yang andal dan unggul. Salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi. Peran keluarga berencana yakni merencanakan kehidupan yang berkualitas. Dengan JKN, katanya, datang ke puskesmas tidak membayar serta alat kontrasepsi ditanggung oleh BPJS. Maka dari itu, ia mengimbau supaya masyarakat aktif memeriksakan kesehatan alat reproduksinya. Jangan sampai ketahuan ketika sakit mulut rahim dan kanker payudara. Dibentuk masyarakat yang andal, unggul, berkualitas dan generasi emas. Menggunakan fasilitas kesehatan. “Mari menjalankan program berencana dan kesehatan reproduksi,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, MHS, mengungkapkan, KB perlu disosialisasikan untuk mengatur jarak anak. Apabila mengatur jarak anak, maka orang tua lebih bisa memberikan perhatian dan kasih sayang. Sehingga kebijakan pemerintah memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan kepada rakyatnya. Pada kesempatan itu, ia mengingatkan kepada ibu-ibu yang berkesempatan hadir untuk menyampaikan sosialisasi itu kepada anak dan menantunya untuk menggunakan alat kontrasepsi dan mengatur jarak kehamilan. Diakhir acara, dilakukan pengundian kupon terhadap masyarakat yang hadir di lokasi. (yon/*)