BKKBN dan Komisi IX DPR RI Ajak Santri Ponpes Nujmul Huda Lembar Jadi Generasi Berencana

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi NTB bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dra. Hj. Ermalena MHS, mengelar sosialisasi Generasi Berencana (GenRe) Ceria di Pondok Pesantren (Ponpes) Nujmul Huda Batu Samban Kecamatan Lembar, Kamis, 10 November 2016. Dalam sosialisasi ini, ratusan santri Ponpes Nujmul Huda diajak menjadi generasi berencana. Sebagai generasi muda, santri harus merencanakan kehidupan ke depan, yakni generasi tanpa narkoba, seks bebas dan pernikahan dini.

2

Iklan
Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTB Lalu Makrifuddin memberikan sambutan di hadapan santri Ponpes Nujmul Huda Lembar.

Hadir pada sosialiasasi  Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, Dr. Drs, L. Makripuddin, Wakil Ketua DPR RI, Hj Dra. Ermalena MHSm bersama jajaran BKKBN di antaranya Kabid Keluarga Sejahtera, H. Jamiludin, Kabid Advokasi Penggerakan dan Informasi, Setiabudi Irianta. Selain itu hadir pula BKBPP Kabupaten dan TGH Napsin Kholili selaku pimpinan Ponpes Nujmul Huda.

3

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTB Lalu Makrifuddin.

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, L. Makripuddin, menjelaskan, kegiatan ini dalam upaya kembali menggelorakan program kependudukan dan KB yang selama beberapa tahun terakhir diketahui program ini tak terlalu menjadi prioritas. Pada zaman Presiden Soeharto, katanya, program ini digelorakan menjadi prioritas. Pihaknya mencoba mengembalikan semangat ini. “Melalui kegiatan sosialisasi ini kita gelorakan lagi program kependudukan dan KB dengan mitra kerja Komisi IX DPR RI untuk sama-sama menggelorakan ini,” jelasnya.

4

Pimpinan Ponpes Nujmul Huda bersama Kepala BKKBN Perwakilan NTB Lalu Makrifuddin  dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena MHS.

Sasaran kegiatan ini, jelasnya, Kampung KB yang disasar masyarakat dan menyasar para remaja yang duduk di bangku sekolah, baik di SMA dan ponpes. Kegiatan yang digelar kali ini untuk mensosialisasikan GenRe kepada para remaja agar mereka menjadi bagian dari GenRe. ‘’Yang dimaksudkan generasi berencana (GenRe), mencakup tiga hal yakni generasi yang menyatakan tidak pada seks bebas, pernikahan dini dan narkoba,’’ terangnya.

  Tangani 13 Kasus Penyelundupan Benih Lobster di NTB, Kepolisian Hadapi Dilema

5

BKKBN Perwakilan Provinsi NTB menyosialisasikan GenRe Ceria di Ponpes Nujmul Huda Lembar.

Terkait pembentukan Kampung KB, ujarnya, sebagai upaya menggelorakan program kependudukan dan KB sejauh ini, sudah melampaui target 10 Kampung KB di kabupaten dan kota di NTB. Berkat antusias bupati dan walikota terhadap program ini, pencanangan Kampung KB meluas di 89 kampung atau desa bahkan satu kecamatan memiliki satu kampung KB. Sehingga target untuk pembentukan Kampung KB di masing-masing kecamatan yang mestinya dicapai tahun 2017, saat ini hampir tercapai. Jumlah desa sendiri di NTB 1.140 desa dan kecamatan 116 kecamatan. “Dari 114 kecamatan itu sudah dicapai pembentukan Kampung KB sebanyak 89,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Advokasi Penggerakan dan Informasi, Setiabudi Irianta menambahkan, tujuan kegiatan ini untuk mensosialisasikan program GenRe terkait penundaan usia perkawinan, seks bebas di luar nikah dan menolak narkoba. Mengapa perlu sosialisasi tiga hal ini? Alasannya, pernikahan dini di NTB terbilang masih tinggi. Hal ini disebabkan tidak ada pengetahuan remaja terkait seks bebas di luar nikah, sehingga memicu pernikahan dini. “Sosialisi sudah dilakukan di enam kabupaten dan kota, termasuk di Lobar ini,” jelasnya. Sebelum sosialisasi di Lobar, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)  dan Lombok Timur (Lotim) dan Lobar. Selanjutnya, sosialisasi bakal digelar di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

6

Ratusan santri Ponpes Nujmul Huda Lembar mengikuti sosialisasi GenRe Ceria.

Ditanya alasan menggandeng DPR RI bertujuan agar ada komitmen dari DPR RI untuk mendukung, baik dari sisi memperjuangkan penganggaran di pusat untuk sektor pendidikan khususnya terkait pemahaman soal pernikahan dini kepada para remaja. Pelibatan anggota DPR RI ini sudah berjalan tiga tahun terakhir ini. Sasaran kegiatan ini bukan hanya ponpes, namun SMA. Bahkan di SMA sudah dibentuk Pusat Informasi Konseling Remaja sebagai pusat informasi.

  Sebaran Dokter Spesialis Hanya Terkonsentrasi di Kota Mataram

Sementara itu,  Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena MHS menyatakan pihaknya bersama BKKBN telah keliling melakukan sosialisasi ke banyak ponpes dengan menyasar para remaja. Tujuannya agar mereka merencanakan kehidupan ke depan. Mulai dari pendidikan, rencana karier hingga pernikahan. “Sebab kalau tidak direncanakan dengan baik maka kalian akan menyesal,” ujar politisi Daerah Pemilihan NTB ini.

Ia memberi semangat bagi para santri, jika mereka akan menjadi pemimpin masa depan di daerah bahkan di level nasional. Sebab tidak menutup kemungkinan alumni dari ponpes ini bisa menjadi anggota dewan, bahkan bupati dan gubernur di NTB ke depan. Ia mengimbau agar para remaja jangan malu sekolah di ponpes, namun harus bersemangat menuntut ilmu ke depan. (her/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here