BKIPM Mataram Dijadikan Tempat Belajar

Kegiatan pembelajaran di ruang laboratorium BKIPM Mataram.(Suara NTB/bul)

Mataram (suarantb.com) – Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram mendapat kunjungan dari rombongan murid kelas VI dan guru SD Negeri 1 Cakranegera, Kota Mataram. Rombongan ini datang untuk belajar tentang peran dan fungsi UPT Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) ini.

Rombongan datang cukup pagi, Kamis, 6 Februari 2020. Terdiri dari hampir seratus orang. Beberapa di antaranya adalah guru dan pendamping. Disambut langsung oleh Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi, S.Pi.MP. Didampingi Kasi Tata Pelayanan, Ni Luh Anggra Lasmika, S.St.Pi.,M.Tr.Pi, Kasi P2I, M.Farchan, S.Pi.,MP dan Kasubag TU, I Putu Panca Yasa, S.Pi serta jajaran BKIPM Mataram lainnya.

Iklan

Kedatangan rombongan, kata Gusti Ayu Arianti, salah satu guru pendamping, untuk meningkatkan pengetahuan terkait peran dan fungsi BKIPM. Selain itu, agar murid di SDN 1 Cakranegara juga bisa mengenal instansi yang ada di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan perikanan dan kelutan di Provinsi NTB.

Di kelas, para murid juga diberikan bekal pemahaman tentang perikanan ekspor impor ikan. Kaitannya dengan itu, BKIPM Mataram yang terlibat langsung di dalam proses itu, diharapkan dapat memberikan pemahaman untuk melengkapi materi yang telah diterima ruang kelas.

“Anak-anak juga harus tahu sumber daya alam kelautan perikanan kita. Mohon berikan pengetahuan, informasi kepada kami,” demikian permintaan disampaikan di awal sambutan.

Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi menyampaikan ucapan terimakasih, BKIPM Mataram dapat dipercaya sebagai tempat belajar. Seperti dijelaskannya, tugas BKIPM berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan, Tugas Pokok dan Fungsi Karantina Ikan adalah mencegah masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan Karatina dari luar negeri, dari suatu area ke area lain didalam negeri atau keluarnya dari wilayah Negara Republik Indonesia.

BKIPM juga menyelenggarakan fungsi yang diatur dalam PERMEN KP No. 15/MEN/2011 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang masuk atau keluar dari Wilayah Indonesia.

“Kalau ada ikan sakit, biar ndak nular ke derah lain. Harus masuk karantina. Kita obati dulu, kita pastikan apakah layak untuk dilalu lintaskan,” paparnya.

Kemudian tentang jaminan mutu, ikan-ikan yang beredar dipasaran, harus dijamin oleh karantina ikan. Misalnya, ikan-ikan yang dijual di supermarket, atau di pasar-pasar tradisional harus dipastikan layak dikonsumsi.

“Kita turun bekerjasama dengan BPOM. Selain itu, kelengkapan laboratorium yang ada di BKIPM Mataram juga dilakukan untuk analis kimia, misalnya pengolahan hasil perikanan, budidaya perikanan. semua bisa dicek disini,” demikian Suprayogi.

Dalam penjelasan lanjutan tentang tugas pokok dan fungsi BKIPM, Ni Luh Anggra Lasmika juga memberikan penyegaran rombongan dengan menyanyikan bersama Mars BKIPM. Seperti djelaskan, keberadaan BKIPM Mataram selama ini sudah melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan produk pelayanannya.

Di antaranya, penerbitan sertifikat kesehatan ikan untuk domestik masuk, sertifikat kesehatan ikan untuk domestik keluar, sertifikat kesehatan ikan untuk impor, sertifiat kesehatan ikan untuk ekspor, surat penetapan instalasi karantina ikan (IKIK), sertifikat cara karantina ikan yang baik (CKIB), sertifikat cara penanganan ikan yang baik (CPIB), sertifikat HACCP dan pelayanan pengujian laboratorium penyakit ikan dan mutu.

Pengenalan ikan dan ciri-ciri ikan yang sehat dan bermutu, kerja yang dilakukan sebelum ekspor impor perikanan, bakti sosial, kerjasama dengan stakeholders, pelestarian penyu, hingga edukasi kepada anak-anak usia dini.

Selanjutnya, murid-murid SDN 1 Cakranegara diberi kesempatan mengenal seluruh layanan dan fasilitas yang ada di BKIPM Mataram secara berkelompok. Dengan didampingi masing-masing kelompok agar mendapat pengetahuan yang utuh.(bul)