BKI Buka Kantor Khusus di Singapura, Percepat Realisasi Proyek Global Hub Kayangan

Samsul Hadi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – PT. Bandar Kayangan Internasional (BKI) telah membuka kantor khusus di Singapura untuk menggaet investor dan mempercepat realisasi proyek Global Hub Kayangan di Lombok Utara. Namun, karena bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19, investor yang berminat menanamkan investasinya di proyek Bandar Kayangan masih menunggu Covid-19 mereda.

‘’BKI itu sampai buka kantor khusus di Singapura untuk mempercepat ini. Cuma ini semua terdampak terutama sektor-sektor bisnis  di bidang logistik pelabuha terdampak besar,’’ kata Direktur Utama PT. Gerbang NTB Emas (GNE), Samsul Hadi dikonfirmasi di Mataram, Senin, 11 Januari 2021.

PT. GNE merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov NTB yang memiliki saham sebesar 10 persen di PT. BKI. Saham sebesar 10 persen tersebut merupakan hak Pemda, baik provinsi dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang diberikan oleh PT. BKI.

Samsul mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan inisiator proyek Global Hub Kayangan, Son Diamar. Namun, karena bencana besar gempa bumi di NTB tahun 2018, kemudian disusul bencana non alam pandemi Covid-19, membuat investor wait and see sembari menunggu kondisi pulih.

‘’Sekarang masih penjajakan dengan investor yang tertarik. Jadi, rupanya penjajakan-penjajakan yang dilakukan kemarin itu terkendala dengan berbagai kendala teknis, terutama yang saya bilang tadi dari gempa terus Covid sampai sekarang,’’ katanya.

Setelah bencana gempa melanda NTB, Samsul mengatakan sempat ada rapat membahas kelanjutan proyek Global Hub Kayangan. Investor sudah ada yang mau melakukan groundbreaking. ‘’Tapi semenjak Covid tidak pernah ada pertemuan lagi. Tapi komunikasi lewat telepon masih ada,’’ ungkapnya.

Mengenai adanya lahan untuk Global Hub yang akan disewakan untuk budidaya tambak udang. Samsul mengatakan hal ini menjadi tantangan bagi BKI untuk segera mendorong investor merealisasikan investasinya. Karena ada potensi peluang investasi yang lain di sana.

Pemerintah Pusat telah menetapkan Global Hub atau Bandar Kayangan di Lombok Utara  terakomodir di dalam RPJMN 2020 – 2024. Dengan masuk dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 maka proyek pembangunan Bandar Kayangan menjadi prioritas nasional.

Dalam Perpres No. 18 Tahun 2020, dikatakan bahwa pengembangan kawasan Bandar Kayangan sebagai pusat pertumbuhan baru dengan bertumpu pada skema investasi swasta.

Pengembangan Bandar Kayangan murni lewat skema investasi swasta. Pengembangan Bandar Kayangan akan dilakukan pada lahan seluas 7.000 hektare.  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, PT. Diamar Mitra Kayangan telah  menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT. Sungdong Industry Group.

Investor asal Korea ini akan menggelontorkan investasi sebesar 1 miliar dolar Amerika untuk membangun industri kapal terbesar di Bandar Kayangan. Penandatangan MoU dilakukan di Jakarta, 4 Agustus 2019 lalu.

MoU atau kesepakatan bersama ini untuk membangun dan mengoperasionalkan kompleks pembuatan kapal di  Bandar Kayangan KLU. MoU tersebut ditandatangani antara Pemprov NTB, Pemda KLU dan PT. Diamar Mitra Kayangan dengan PT. Sungdong Industry Group.

PT. Sungdong Industry Group merupakan sebuah perusahaan yang terdaftar di Republik Indonesia yang memiliki kantor terdaftar di lantai 28, Menara Kantor Ciputra, Kompleks Dunia Ciputra, Jl Pf. Satrio Kav. 3-1 Jakarta. Sedangkan PT. Diamar Mitra Kayangan merupakan perusahaan yang ditunjuk untuk mengembangkan kota baru yaitu Bandar Kayangan KLU sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017.

Dimana dalam PP tersebut, Bandar Kayangan KLU ditetapkan  sebagai daerah penggerak utama nasional atau kawasan andalan nasional. Terdiri dari pelabuhan hub internasional, kompleks industri, komersial, sosial, dan daerah perumahan. (nas)