Bisnis Cabai Mulai Menggeliat

Lahan cabai siap panen di Desa Tirtanadi, kecamatan Labuhan Haji, Lotim, Kamis, 9 Juli 2020. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Bisnis cabai di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai menggeliat. Meskipun belum bisa melakukan pengiriman ke luar daerah, namun harga cabai, khususnya cabai lokal mulai dianggap membaik. Berlaku saat ini harga Rp20 ribu/kg di pasar dan di tingkat petani Rp14 ribu/kg.

Hal ini disampaikan pengusaha cabai asal Suralaga, H. Subhan kepada Suara NTB, Kamis, 9 Juli 2020. Pebisnis cabai terkenal yang mengirim cabai ke Jakarta dan Batam ini mengaku sejak kemunculan Corona Virus Disease (Covid-19) bisnis cabai terpuruk.

Iklan

Empat bulan lamanya sejak Maret lalu, tidak ada pengiriman ke pasar Keramat Jati Jakarta. Termasuk sampai sekarang, belum mulai bisa dilakukan pengiriman ke Batam. Khusus Batam, ada jenis cabai rawit hijau yang menjadi konsumsi sehari-hari warga Batam. Cabai rawit hijau ini harganya masih rendah. Berkisar Rp4 ribu sampai dengan Rp5 ribu/kg.

Pengiriman ke Batam ini dilakukan rata-rata 30 ton per malam. Karena masih rendahnya harga cabai ke Batam ini untuk sementara tidak bisa dilakukan oleh para pebisnis cabai di Lombok. Harapannya, pengiriman ke Jakarta segera dibuka agar bisa membangkitkan kembali bisnis cabai. “Ada rencana dalam waktu dekat pengiriman ke Jakarta ini akan dibuka, kabarnya sebulan atau dua  bulan ke depan,” ungkapnya.

Pengiriman ke Jakarta ini bisa tembus 50 ton sekali kirim. Pasar Jakarta ini sebutnya selama ini cukup mempengaruhi harga di daerah. Termasuk harga di Lotim sebagai daerah penopang cabai nasional. Setelah terpuruk empat bulan, geliat harga cabai ini membuat para pelaku bisnis mulai bergairah. Petani-petani pun mulai bergairah menanam cabai kembali. (rus)

  NTB Punya Prospek di Sektor Keuangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here