Bima Zona Merah Covid-19, Puskesmas Dijadikan RS Darurat

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Nasional merilis 129 kabupaten/kota di Indonesia masuk zona merah, dua di antaranya berada di NTB, yaitu Kota Mataram dan Kabupaten Bima. Satgas Covid-19 Provinsi NTB mengatakan sedang mendalami hitungan-hitungan yang dipakai Satgas Covid-19 Nasional sehingga Kabupaten Bima masuk daerah zona merah.

Sementara itu, antisipasi sudah dilakukan dengan meminta daerah setempat menambah tempat tidur isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit. Selain itu, menambah tempat tidur di beberapa rumah sakit (RS) swasta dan Puskesmas menjadi RS Darurat Covid-19.

Iklan

“Kita lagi nyari hitung-hitungannya itu. Karena biasa rilis itu mingguan. Itu diambil per Sabtu, biasanya. Tapi ini tumben di tengah-tengah dia merilis,” kata Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., dikonfirmasi di Mataram, akhir pekan kemarin.

Dengan adanya peningkatan level atau zonasi di Bima menjadi daerah zona merah, kata Eka, sudah dilakukan antisipasi. Dari kasus harian, katanya, memang terjadi kenaikan.

“Makanya kenapa kita minta Bima menambah RS Darurat. Tidak cukup dengan yang ada sekarang, tapi dengan peningkatan kasus itu, kita  tidak ingin terjadi penyebaran karena tidak ada tempat isolasi mandiri terpadu,” katanya.

Eka mengatakan Bima sudah menetapkan Puskesmas menjadi RS Darurat. Karena membuat RS Darurat bukan saja menyiapkan tempat tidur, tetapi juga tenaga kesehatannya.

“Kalau Puskesmas sudah siap tenaganya. Tinggal Puskesmas ditutup dijadikan RS Darurat,” terangnya.

Dengan menjadikan Puskesmas sebagai RS Darurat Covid-19, maka pelayanan primer dialihkan ke Puskesmas terdekat. “Pada saat Puskesmas ditetapkan menjadi RS Darurat, maka tenaga di Puskesmas itu otomatis menjadi tenaga yang bekerja di RS Darurat,” jelasnya.

Selain Puskesmas, Bima juga menjadikan RS Sondosia sebagai RS Darurat. Kemudian, ada beberapa RS swasta yang bersedia menambah kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19.

“Kita lihat trennya di Bima naik, kita minta mereka nambah tempat tidur dan rumah sakit darurat. Ada beberapa RS swasta yang bersedia ditambah Puskesmas, itu mereka tetapkan,” pungkasnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi NTB, jumlah kasus positif Covid-19 di Bima telah mencapai 827 kasus. Dengan rincian, 604 sembuh, 33 meninggal dunia dan 190 masih dirawat atau masih isolasi. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional