Bima Kini Miliki Alat PCR

Hj. Indah Dhamayanti Putri. (Suara NTB/Dok)

Bima (Suara NTB) – Sampel swab test Covid-19 bagi warga di wilayah Bima dan Dompu yang terpapar Covid-19 kini tidak perlu lagi dikirim ke Laboratorium di Kabupaten Sumbawa atau Kota Mataram. Pasalnya RSUD Bima kini telah memiliki alat PCR sendiri.

Hal itu disampaikan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE. Kata dia, hadirnya alat PCR itu sebagai upaya keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima menangani dan mengendalikan penyebaran virus Covid-19 di wilayah daerah setempat. “RSUD Bima sudah memiliki alat PCR. Hadirnya alat ini sebagai bukti keseriusan Pemkab Bima dalam menanganani virus Covid-19,” ujarnya, Jumat, 23 Juli 2021.

Iklan

Lebih jauh Ia menjelaskan, hadirnya alat PCR itu setelah pihaknya mengajukan proposal ke Pemerintah Pusat melalui BNPB pada tahun 2020 lalu. Kata dia, pengajuan proposal alat PCR itu untuk mempercepat proses hasil sampel swab pasien yang diduga terpapar Covid-19.

“Diajukan tahun lalu dan baru direalisasikan pada tahun 2021 ini. Meski alat PCR ini bantuan BNPB, namun alat-alat pendukung lainnya, hasil pengadaan sendiri Pemkab Bima melalui RSUD Bima,” ujarnya.

Bupati mengatakan hadirnya alat PCR itu akan percepat mengetahui hasil pemeriksaan test Covid-19, mengingat selama ini, Pemkab Bima melalui RSUD Bima harus mengirim sampel swab Covid-19 ke Sumbawa atau Kota Mataram. “Jadi sekarang sampel swab test dari Bima tidak lagi harus dikirim ke Mataram atau Sumbawa. Karena alat PCRnya sudah ada di Bima, hasilnya juga cepat diketahui,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Bima, drg. H. Ihsan, mengakui hadirnya alat PCR di RSUD setempat melalui tahapan dan proses yang panjang. Salahsatunya harus menunggu terbit izin dari Litbangkes Kementrian Kesehatan (Kemenkes). “Terbit izin yang ditunggu satu tahun lamanya,” ujarnya.

Ia mengaku, hadirnya alat PCR itu akan mempercepat penanganan Covid-19. Pasalnya selain sampel swab tidak lagi harus dikirim di luar Bima, waktu untuk mengetahui hasil swab akan menjadi lebih singkat yakni hanya antara 4 sampai 5 jam.

“Sebelumnya kita mengirim sampel swab ke Laboratorium Geopark Sumbawa dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengetahi hasilnya. Tapi hadirnya alat PCR ini di RSUD Bima, waktu yang dibutuhkan hanya beberapa jam saja,” ujarnya.

Ihsan menambahkan, alat PCR yang kini ditempatkan di Laboratorium Biomolekular RSUD Bima tersebut sudah membuka pelayanan atau melayani pemeriksaan RT- PCT SARS –CoV-2 sejak Senin, 19 Juli 2021. Dalam sehari, bisa memeriksa sebanyak 90 sampel swab.

Selain itu, pihaknya tidak hanya melayani sampel swab warga Kabupaten Bima, namun juga membuka layanan pemeriksaan sampel swab bagi warga di Pulau Sumbawa, yang dirawat di RSUD Dompu, Kota Bima termasuk Rumah Sakit Swasta.

“Untuk jadwal pengambilan sampel swab dan pengerjaan RT-PCR dilaksanakan setiap hari kerja kecuali minggu dan libur nasional. Alat PCR sendiri ditangani oleh tenaga terlatih dan profesional,” pungkasnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional