Bima Anggarkan Setengah Miliar untuk Pulangkan 77 Warga dari Papua

Warga Bima korban kerusuhan Wamena bersama dengan Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Bima, Rizal Mukhlis, SE dan TNI berada di tempat pengungsian di Lanud Jayapura, Jumat,  4 Oktober 2019. (Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima dikabarkan menganggarkan Rp500 juta atau setengah miliar  untuk membiayai pemulangan sebanyak 77 orang warga Bima terdampak korban kerusahan Wamena Papua.

Rencananya, 77 warga itu akan dipulangkan mulai Minggu,  6 Oktober  dan Senin,  7 Oktober 2019, menggunakan pesawat komersial dari Jayapura dan transit melalui Makassar. Kepulangan mereka dikoordinir langsung Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Bima, Rizal Mukhlis, SE.

Kepala Dinsos Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin MM, mengaku terkait besaran anggaran untuk pemulangan warga Bima dari Papua tidak diketahui secara pasti, karena hanya fokus berkoordinasi dengan pihak terkait. “Soal anggaran ini langsung diketahui oleh Bupati Bima,” katanya kepada Suara NTB, Jumat,  4 Oktober 2019.

Terlepas dari itu, Ia mengaku seluruh warga Bima yang terdata menjadi korban kerusuhan Wamena ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Bima. Termasuk biaya pesawat hingga biaya keperluan lainnya. “Semuanya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bima,” katanya.

Sirajuddin mengatakan dari 77 warga akan dipulangkan Minggu dan Senin pekan ini. berdasarkan jadwal pesawat yang telah diboking, ada sebanyak 50 orang dipulangkan Minggu,  6 Oktober 2019. “Sedangkan 27 orang akan menyusul Senin,  7 Oktober,” katanya.

Ia mengaku, saat ini 77 warga Bima masih berada di tempat pengungsian Lanud Jayapura. Mereka didampingi juga Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Bima, Rizal Mukhlis, SE sebagai utusan Pemkab Bima.

“Kondisi warga Bima di pengungsian dalam keadaan baik-baik saja. Hanya menunggu jadwal pemulangan saja,” ujarnya.

Sirajuddin berharap kepada masyarakat Kabupaten Bima tetap mendoakan agar proses pemulangan warga Bima dari Jayapura tersebut tidak ada kendala dan halangan dalam perjalanan. (uki)