Bibit Jagung Bermasalah Tuntas Diganti

Perwakilan kelompok tani di Sumbawa menerima bibit jagung dari perwakilan PT. Benindo Perkasa Utama, Kamis (27/6) lalu. Benih yang diberikan itu adalah pengganti bibit rusak sebelumnya. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – PT. Benindo Perkasa Utama akhirnya mengganti seluruh bibit jagung bermasalah sebanyak 112 ton. Perusahaan pemenang lelang ini  mengganti bibit rusak dengan menukarnya dari verietas JH 27 menjadi HJ 21 sesuai kontrak. Selanjutnya, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB akan mengawasi pelaksanaan penanaman di tingkat petani.

Penggantian bibit itu dilakukan setelah Dinas Pertanian dan Perkebunan sebagai OPD pelaksana dan PT. Benindo Perkasa Utama sebagai pemenang lelang  ditegur Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Teguran ditindaklanjuti dengan cek lapangan, setelah tim mendapat laporan  petani bibit gagal tanam. Tidak saja itu, bibit tidak lulus uji laboratorium benih.

Iklan

Dari temuan itu,  TP4D merekomendasikan seluruh bibit diganti dengan varietas HJ21 kepada daerah penerima.  Dijelaskan PPK pengadaan bibit jagung, Syamsul Alam,  sejak rekomendasi dikeluarkan, rekanan bertahap mengganti semua bibit tersebut.

Dengan rincian, di Kabupaten   Sumbawa  45 ton, Kabupaten Sumbawa  Barat  30 ton, Kabupaten Lombok Timur   15 ton  dan  Kabupaten Lobar  22,5 ton.

‘’Jadi sudah selesai. Sudah semua diganti bibitnya sesuai rekomendasi. Terakhir, distribusinya Kamis tanggal 27 Juni lalu,’’ kata Syamsul Alam kepada Suara NTB, Minggu (30/6).

Penggantian itu dilakukan setelah pihak perusahaan menyatakan kesanggupan bertanggung jawab jika bibit rusak. Rekanan bersedia mengganti seluruh bibit dengan spek yang ditentukan sesuai kontrak.

Bibit tidak langsung didistribusikan, namun melalui uji laboratorium di Balai Pengawasan dan Benih Pertanian Provinsi NTB. ‘’Jadi sebelum didistribusikan diuji lab dulu,’’ ujarnya meyakinkan. Artinya, dipastikannya, benih HJ21 yang dikirim ke masing-masing daerah itu sudah melalui proses sertifikasi.

Selanjunya, PPK akan menyusun berita acara penggantian bibit dan menyampaikannya ke TP4D yang terdiri dari unsur Kejati NTB, Polda NTB dan Inspektorat Provinsi NTB.

Saat ini timnya juga sedang memantau  perkembangan bibit yang sudah diterima kelompok tani. Pihaknya memastikan akan melakukan monitoring dan evaluasi sampai dengan bibit itu tumbuh dengan baik.

Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, Ibnu Salim, SH.,M.Si mengaku belum mendapat informasi detail soal proses pergantian bibit dimaksud. Tapi yang jelas, kata dia, rekomendasi TP4D sudah ditindaklanjuti. “Rekom untuk yang kurang sesuai diganti dengan bibit yang baik,” kata Ibnu mengutip isi rekomendasi.

Mengenai rencana monitoring hasil penggantian bibit akan dilakukannya bersama Kejaksaan dan Polda NTB. Dipastikan juga, laporan progres akan disampaikan PPK kepada TP4D. ‘’Bisa saja dalam waktu dekat, karena tim ini sifatnya mengawal. Tentu dievaluasi supaya hasil dan pencapaian dari program tersebut berjalan sesuai harapan,’’ pungkasnya. (ars)