Biayai Tahapan Pilgub 2018, Anggaran KPU NTB Defisit Rp 8 Miliar

Mataram (Suarantb.com) – Anggaran KPU NTB untuk melaksanakan tahapan-tahapan pelaksanaan Pilgub 2018 defisit Rp 8 miliar. Pasalnya, dari Rp 23 miliar anggaran yang diusulkan dalam RAPBD 2017, hanya Rp 15 miliar yang disetujui.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris KPU NTB, Mars Ansori Wijaya kepada suarantb.com, Selasa, 6 Desember 2016. Ansori melihat, ada beberapa alasan pemerintah terkait dengan penetapan jumlah anggaran tersebut. Di antaranya keterbatasan fiskal Pemprov NTB.

Iklan

“Dari Rp 23 miliar yang diajukan, yang ditetapkan di APBD 2017 hanya 15 miliar. Sepertinya keuangan pemerintah saat ini kurang,” ujarnya.

Terkait langkah yang akan dilakukan KPU NTB untuk menutupi defisit anggaran tersebut? Ansori mengatakan sampai saat ini hal itu belum diputuskan oleh KPU NTB. Keputusan mengenai hal itu nantinya akan dibahas oleh KPU NTB pada sidang pleno yang akan diadakan dalam waktu dekat ini.

“Nanti semuanya akan dibahas pada sidang pleno. Kalau saat ini kita belum bahas apapun. Termasuk apakah nantinya akan mengajukan anggaran kembali pada APBDP,” ujarnya.

Lantas, apakah hal itu akan berpengaruh terhadap tahapan-tahapan Pilgub NTB 2018? Menurut Ansori hal itu tentu akan memiliki dampak bagi kegiatan KPU terkait tahapan menyambut Pilgub 2018. Oleh sebab itu, KPU NTB akan mengambil langkah-langkah antisipasi. Diantaranya menyesuaikan beberapa kegiatan tahapan Pilkada NTB 2018 sesuai dengan jumlah dana yang dimiliki saat ini.

“Ya dengan kondisi itu tentu nanti akan mengurangi beberapa kegiatan. Menyesuaikan dengan dana yang ada,” terangnya. (ast)

  Pilkada Serentak Efektif Tekan Perjudian Politik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here