Biaya Rapid Tinggi dan Masa Berlaku Terbatas, Penumpang Kapal Berkurang

Listyono Dwitutuko.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Mahalnya biaya rapid test dan singkatnya masa berlaku dikeluhkan juga oleh kalangan pengusaha kapal penyeberangan yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberang (Gapasdap). Kebijakan ini dinilai berkontribusi terhadap penurunan jumlah penumpang (load factor).

Ketua Gapasdap Provinsi NTB, Listyono Dwitutuko mengatakan, belakangan ini penurunan jumlah penumpang orang sangat signifikan. Bahkan untuk pelayaran Lembar (Lombok Barat) – Ketapang (Jawa Timur), jumlah penumpang orang sangat minim, tak sampai satu persen. “Penumpang kurang sekali Lembar – Ketapang hanya 1 persen. Kalau Lembar – Padangbai juga terjadi penurunan. Salah satunya karena rapid antigen yang cukup mahal dan masa berlakunya sangat singkat hanya dua hari,” katanya kepada Suara NTB, Rabu, 24 Februari 2021.

Iklan

Perusahaan kapal penyeberangan sangat merasakan kebijakan masa berlaku rapid antigen kepada setiap penumpang menyebabkan penurunan jumlah penumpang orang sampai 50 persen. Rapid antigen dengan biaya Rp200.000 rata-rata dianggap cukup mahal oleh penumpang kapal. Sebab biaya penyeberangan Selat Lombok hanya Rp57.000. Dengan penambahan beban Rp200.000 untuk rapid sebagai syarat perjalanan, kata Listyono menjadi pertimbangan bagi penumpang.

“Karena itu kapal hanya membawa barang saja. Kalau penumpang orang minim sekali,” imbuhnya.

Atas kondisi ini, Gapasdap NTB meminta agar biaya rapid antigen dimurahkan. Agar terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, diharapkan juga masa berlaku rapid antigen lebih panjang. Sehingga orang-orang yang intens melakukan perjalanan tidak terlalu berat penambahan biayanya. “Apalagi sekarang sedang corona. Daya beli masyarakat lemah. Bagaimana bisa kita mendorong pergerakan ekonomi kalau pergerakan orang kurang,” ujarnya.

Pada bagian lain, Listyono juga menyampaikan soal kondisi cuaca yang dianggap ekstrem saat ini. Lalu lintas penyeberangan kapal laut masih berjalan normal. Dari Lembar ke Bali, maupun dari Lembar ke Ketapang. Tinggi ombak menurut General Manager PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Lembar ini masih layak bagi kapal-kapal untuk menyeberang. (bul)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional