BI Minta Masyarakat NTB Waspadai Dampak El Nino

Mataram (suarantb.com) – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB meminta agar masyarakat mewaspadai risiko anomali El Nino. Yakni terjadinya kemarau yang lebih panjang dan dapat menimbulkan kekeringan di beberapa titik wilayah di NTB.

“Dengan risiko cuaca tersebut, patut diwaspadai dapat memberikan pengaruh terhadap produksi pangan dan Nilai Tukar Petani (NTP) khususnya tanaman pangan,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Prijono, Kamis, 9 Maret 2017.

Iklan

Meskipun cuaca berangsur-angsur membaik sejak Februari 2017, namun BMKG memprediksi musim kemarau akan dimulai pada akhir Maret hingga bulan Mei 2017. Meskipun mulainya kemarau ini akan berbeda di beberapa wilayah di NTB.

Selanjutnya, menurut Prijono, beberapa solusi akan dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut. “Di antara ialah penyusunan neraca pangan, pengaturan tata niaga pangan, akses informasi harga pangan serta pencermatan iklim yang dikeluarkan BMKG,” ujarnya.

Demi menjaga ketahanan pangan di NTB, tahun 2017 ini Pemprov NTB akan melakukan berbagai pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendukung pertanian. Di antara pembangunan tersebut ialah perbaikan waduk, jaringan irigasi, bantuan bibit, jaringan irigasi tersier, irigasi air permukaan, gudang penyimpanan hasil panen, dan jalan usaha tani.

Selanjutnya, penguatan kelembagaan tani dan gapoktan juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Berdasarkan data Kajian Ekonomi Regional (KER) yang dirilis Perwakilan Bank Indonesia NTB, terdapat sejumlah risiko terkait dengan kelompok komoditas harga bergejolak (volatile food) dan harga barang yang diatur pemerintah (administered price) di tahun 2017 ini.

Selain risiko anomali El Nino perlu dicermati, tingkat kunjungan wisatawan yang diperkirakan masih cukup tinggi di tahun 2017 berisiko meningkatkan permintaan masyarakat. Sehingga perlu didukung oleh ketersediaan pasokan pangan yang cukup.
Sementara dari segi administered price, perlu dicermati terkait pengurangan subsidi penerima listrik pada kelompok pelanggan 450VA dan 900VA yang dilakukan secara bertahap. Serta potensi disesuaikannya harga bahan bakar minyak seiring dengan sinyal meningkatnya harga minyak dunia di tahun 2017. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here