BI Dukung Giat Penanganan Sampah di Destinasi Wisata

Heru Saptaji (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Bank Indonesia mendukung kegiatan penanganan sampah yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat, atau perkumpulan-perkumpulan yang peduli lingkungan, terutama di desatinasi wisata. Hal ini dianggap penting, terutama dalam persiapan NTB sebagai tuan rumah event internasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji merespon rencana kegiatan bersih sampah yang dilaksanakan oleh seluruh stakeholders di destinasi wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat akhir pekan ini. “Saya tertarik dengan Senggigi, kembalikan ia kawasan yang bersih dari sampah. Kami juga siap bersinergi,” ujarnya kepada Suara NTB, Selasa, 14 September 2021.

Iklan

 

Pemerintah daerah di NTB sudah menggulirkan program zero waste (nol sampah). Hal ini sepatutnya menjadi perhatian bersama secara konsisten, destinasi wisata harus dibebaskan dari sampah dan back to nature (kembali ke alam). “Apalagi kita NTB akan menjadi tuan rumah world superbike, dan MotoGP. Destinasi wisata harus terus dibenahi, dibersihkan. Karena pengunjung pasti akan muter-muter cari destinasi wisata lainnya,” tegas Heru.

Bank Indonesia sendiri bahkan berencana akan menggerakkan penerima-penerima beasiswa sebagai agen-agen pemerhati lingkungan (sampah) di destinasi wisata. Generasi-generasi muda menurutnya harus didorong sadar akan kebersihan lingkungannya. Meski pandemi Covid-19, menurut Heru, harus optimis dan terus berbenah. Sebab tidak mungkin, situasinya akan terus terusan seperti saat ini. Pada saatnya, semua akan kembali normal. Persiapkan semuanya lebih awal.

“Kami akan berusaha berikan yang terbaik, tanpa terkecuali soal lingkungan. Destinasi wisata yang bersih, akan berdampak pada percepatan pemulihan dan peningkatan ekonomi,” demikian Heru. Sebelumnya, stakeholders di Senggigi pada Sabtu pekan ini akan menggelar kegiatan bersih-bersih sepanjang destinasi wisata Senggigi. Bersih-bersih dari sampah dilakukan atas kesadaran bersama dan swadaya. Dengan harapan, Senggigi akan pulih kembali.

Kegiatan bersih Senggigi melibatkan seluruh dunia usaha di Senggigi dan komunitas. Penitia kegiatan, Suhermanto kepada Suara NTB mengatakan, salah satu dari pengusaha tersebut adalah Cristine Sakinah, warga Inggris yang selama ini melalui perkumpulan Lombok Ocean Care sangat konsisten terhadap lingkungan.

Kan malu kita sama orang bukan lokal tapi sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan. Akhirnya kami di Senggiggi saling bahu membahu membuat gerakan bersih-bersih. Berkaitan dengan peringatan hari kebersihan dunia setiap tanggal 18 September,” ujarnya. Salah satu persoalan di Senggigi adalah sampah kiriman yang bermuara. Sampah dari kota yang mengalir melaui sungai-sungai. Akibat sampah, kondisi Sengiggi yang menjadi spot menyelam dan snorkeling menjadi hancur. Karenanya, harus ada gerakan bersama menyelamatkan Senggigi kata Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Senggigi ini. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional