Bertemu Menparekraf, Poltekpar Lombok Minta Tambahan Tenaga Pengajar

Bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Menparekraf H. Sandiaga Uno mencoba minuman tradisional hasil karya mahasiswa Poltekpar Lombok dalam kunjungan ke kampus Polktekpar Lombok, Sabtu, 17 Desember 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) H. Sandiaga Uno, menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dengan mengunjungi kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok di Desa Puyung Kecamatan Jonggat, Sabtu, 16 Januari 2021. Selain meninjau langsung aktivitas pembangunan sejumlah fasilitas kampus, Menparekraf juga berkesempatan berdialog langsung dengan para mahasiswa dan civitas Poltekpar Lombok.

Sejumlah persoalan pun diungkapkan mahasiswa dan civitas kampus. Salah satunya terkait kondisi ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang masih terbatas. Terutama untuk tenaga pengajar dalam hal ini dosen yang diakui masih belum sebanding dengan jumlah mahasiswa Poltekpar Lombok.

Iklan

 “Kalau dari sisi sarana pendukung pendidikan, bisa dikatakan sudah cukup memadai. Apalagi proses pembagunan fasilitas penunjang saat ini masih terus berjalan. Tapi yang paling dirasakan kurang soal SDM,” ungkap Ketua Senat Poltekpar Lombok, Ramdan.

Untuk itu, pihaknya berharap Kemenparekraf bisa memfasilitasi penambahan SDM di Poltekpar Lombok. Khususnya tenaga pengajar yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Kalaupun tidak ada yang berstatus PNS, tenaga PPPK juga tidak masalah. Supaya jumlah tenaga pendidik dengan mahasiswa bisa sebanding,” terangnya.

Sementara itu, sejumlah mahasiswa juga mengungkapkan harapanya bisa terlibat pada gelaran event MotoGP mendatang. Sehingga keberadaan event MotoGP bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat, utamanya lagi para almuni Poltekpar Lombok.

Menjawab persoalan-persoalan tersebut, Menparekraf H. Sandiaga Uno didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiefliemansyah mengaku akan memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi civitas Poltekpar Lombok. Supaya kedepan Poltekpar Lombok bisa menjadi perguruan tinggi yang bisa mencetak tenaga-tenaga andal di bidang kepariwisataan.

Tidak kalah penting, kemampuan para tenaga pendidikan Poltekpar Lombok harus terus diasah dan ditingkatkan agar bisa menjawab tuntutan zaman. Karena dunia pariwisata setiap saat terus berkembang. Sehingga para tenaga pendidik di Poltekpar Lombok dituntut bisa terus meng-up grade kemampuan dan keahlianya.

Terkait keterlibatan mahasiswa Poltekpar Lombok pada event MotoGP mendatang, Sandiaga Uno menegaskan hal itu menjadi satu keharusan. Dalam artian, pada setiap event pariwisata di daerah ini mahasiswa Poltekpar Lombok seyogyanya harus diprioritaskan. Untuk itu, Kemenparekraf nanti akan mencoba berkoordinasi dengan lembaga atau instansi terkait agar mahasiswa Poltekpar Lombok bisa ikut terlibat pada event pariwisata didaerah ini, terutama event MotoGP.

Tinggal sekarang bagaimana kemudian para mahasiswa Poltekpar Lombok mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai event pariwisata di daerah ini kedepan. Tentunya dengan membekali diri dengan kemampuan dan keterampilan yang memang dibutuhkan di dunia kepariwisataan serta kaya inovasi dan kreasi. “Kalau mau terlibat, kita harus mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, membangun dunia pariwisata dan ekonomi kreatif tidak hanya cukup dengan membangun fasilitas semata. Tapi juga harus didukung dengan pembangunan SDM-nya. Dan, Poltekpar Lombok diharapkan bisa menjadi kawah candradimuka dalam menghasilkan SDM pariwisata yang andal di daerah ini.

 “Saya mimpikan dan membayangkan Poltekpar Lombok bisa menjadi central of exellent, pusat pengembangan ilmu dan aplikasi kepariwisataan. Yang mampu membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi masyarakat di daerah ini,” pungkas Menparekraf. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional