Bertambah, Paus Mati Terdampar di Teluk Bima

Tampak bangkai paus kepala melon yang ditemukan mati di kawasan Songgela Kelurahan Ule, Kota Bima, Minggu, 3 Oktober 2021.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Minggu, 30 Oktober 2021, warga pesisir Teluk Bima, kembali dikejutkan dengan penemuan paus kepala melon mati terdampar. Tepatnya sebelah kiri dermaga di kawasan Songgela Kelurahan Ule Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Penyuluh Kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB Seksi Konservasi Wilayah III Bima-Dompu, Eni Kurniawati, S. Hut., dikonfirmasi Suara NTB via WhatsApp membenarkan bahwa tadi pagi ada penemuan paus mati terdampar. “Iya tadi pagi ada temuan paus mati,” singkatnya.

Iklan

Temuan paus mati terdampar berdasarkan laporkan warga pesisir itu, lanjut dia, langsung disikapi jajaran dengan terjun ke TKP, tepatnya di kawasan Songgela Kelurahan Ule Kecamatan Asakota.

Selain untuk penguburan, tim akan mengambil sampel organ tubuh mamalia tersebut guna proses penelitian dan pengkajian terkait penyebab kematiannya. “Sekarang tin sedang penelusuran di lokasi,” ujarnya.

Untuk diketahui, ini paus ketujuh yang ditemukan mati terdampar selama sebulan terakhir di pesisir Teluk Bima. Kuat dugaan mamalia ini terjebak dan stres karena tak tahu arah jalan keluar menuju laut lepas.

Informasi awal yang diperoleh Suara NTB, paus tersebut ditemukan pertama kali oleh salah seorang mahasiswa STKIP Bima. Ketika itu, ia tengah mengikuti pelatihan dasar kepemimpinan mahasiswa atau LDKM. Saat ditemukan, paus sudah dalam kondisi mati dan mengapung terseret arus, tepatnya pada bagian kiri dermaga di kawasan Songgela Kelurahan Ule. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional