Bertambah, Lansia Meninggal Akibat Covid-19 di Kota Bima

Syafrudin. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, mencatat 39 kasus kematian akibat Covid-19. Sebanyak 23 kasus diantaranya terjadi selama priode Januari-April 2021. Terakhir dialami dua orang lansia dengan riwayat penyakit penyerta. Dengan temuan tersebut, maka keseluruhan sudah ada 19 lansia meninggal setelah terpapar Covid-19.

Demikian ungkap Kepala Bidang P2P Dikes Kota Bima, Syafrudin ketika ditemui wartawan di kantornya, Selasa, 20 April 2021. “Dari 39 kasus kematian, 56 persen itu menimpa lansia,” ungkapnya.

Iklan

Jika melihat data kasus kematian selama empat bulan terakhir. Ia memastikan jauh lebih tinggi dibanding awal virus tersebut muncul pada April 2020. Parahnya, saat ini banyak menyerang lansia yang memang memiliki riwayat penyakit penyerta, seperti kencing manis, hipertensi, gagal ginjal dan sejenisnya.

Rantai penularan Covid-19, menurut Syafrudin, mulai melonjak setelah libur natal dan tahun baru akhir Desember 2020. Namun demikian, atas berbagai upaya pencegahan yang terus dilakukan, temasuk lewat program vaksinasi kalangan rentan terpapar Covid-19, kondisi penularan kian melandai. Dari 30 sampel swab yang dikirim ke Laboraturium Sumbawa Teknopark misalnya, paling tinggi hanya lima sanpel dinyatakan positif Covid-19. “Sekarang sudah melandai, jauh sekali penurunannya,” ujar dia.

Mengingat lansia menjadi penyumbang angka kematian tertinggi akibat Covid-19 di Kota Bima. Imunisasi vaksin tengah diprioritaskan untuk mereka, disamping penyelesaian tahap II bagi pelayan publik.

Dari target 1.057 orang lansia, baru tervaksin dosis pertama sejumlah 166 orang. Capaian vaksinasi terus digenjot untuk terciptanya kekebalan kelompok. Jika melihat keseluruhan lansia berdasarkan data dari BPS, angkanya tembus sampai 10.000an orang di wilayah ini. Dengan 560 vial vaksin yang dikirim provinsi, baginya tak cukup untuk melayani semua sasaran lansia. Karenanya, sekarang mereka mempriotaskan lansia pada daerah dengan temuan kasus cukup tinggi. “Sekarang kita utamakan dulu lansia di daerah yang temuan kasusnya cukup tinggi. Dan harapan kami, pihak keluarga proaktif membawa lansia ke sarana kesehatan untuk menjalani vaksinasi,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional