Bertambah, Desa yang Alami Penundaan Pencairan DD di Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Jumlah desa yang ditunda pencairan Dana Desa (DD) tahap pertama di Sumbawa tahun 2018 bertambah. Setelah sebelumnya tiga desa, kini bertambah satu desa lagi yakni Desa Sempe, Kecamatan Moyo Hulu.

“Sebelumnya ada tiga desa yang ditunda pencairan dana desa tahap pertama yakni Desa Tengah dan Desa Motong Kecamatan Utan serta Desa Suka Mulya Kecamatan Labangka. Kemudian ada satu lagi tambahan desa yang ditunda pencairan dana desanya, yakni Desa Sempe Kecamatan Moyo Hulu,” kata Inspektur Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri yang didampingi Irban 3, Ir Syarifuddin kepada wartawan, Senin, 7 Mei 2018.

Iklan

Menurutnya, pihaknya merekomendasikan penundaan pencairan dana desa Sempe karena SPJ tahun 2017 belum diselesaikan. Selain itu ada pekerjaan fisik yang juga belum rampung. “Jadi karena kondisi itu kami berkesimpulan untuk merekomendasikan penundaan pencairan dana desa tahap pertama untuk Desa Sempe,” terangnya.

Pihaknya sudah meminta kepada desa setempat untuk segera menindaklanjuti apa yang menjadi temuan di lapangan dari hasil pemeriksaan reguler. Dimana sebelumnya pemeriksaan regular terhadap desa dilakukan secara bertahap selama tiga bulan, dari bulan Januari hingga bulan Maret lalu.

“Penundaan pencairan tidak bersamaan dengan ketiga desa sebelumnya karena pemeriksaan regular yang kami lakukan bertahap selama tiga bulan. Ada yang kami periksa di bulan Januari, ada yang di bulan Februari dan Maret,” imbuh H. Bas.
Pihaknya menegaskan, penundaan pencairan DD ini dilakukan untuk mendorong pihak desa supaya pro aktif menyelesaikan apa yang belum dituntaskan di tahun sebelumnya. Nantinya setelah temuan di lapangan dituntaskan, maka rekomendasi penundaan akan dicabut.

Artinya beberapa desa tersebut sudah bisa mencairkan dana desa tahap pertama. Namun jika sampai batas waktu yang sudah ditentukan tak kunjung dituntaskan, maka akan ada sikap dan tindakan lain yang dilakukan.

“Kita menunda bukan dalam arti untuk menghambat pelaksanaan fisik. Tetapi dengan ini dia (desa) menjadi pro aktif untuk menyelesaikan apa yang menjadi temuan,” pungkasnya.

Terhadap tiga desa yang sebelumnya ditunda pencairan dana desanya tahap pertama, diakuinya sudah ada yang menindaklanjuti temuan dan ada yang belum. Namun pihaknya menekankan temuan tersebut tidak hanya ditindaklanjuti, tetapi dapat dituntaskan sepenuhnya. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here