Bertambah 12 Kasus Baru, Positif Covid-19 di NTB Jadi 165 Orang, Sembuh 20 Orang

Infografis perkembangan kasus Covid-19 di NTB hingga Jumat, 24 April 2020. (Sumber : Pemprov NTB

Mataram (Suara NTB) – Warga NTB terkonfirmasi positif Covid-19 kembali bertambah 12 orang pada Jumat, 24 April 2020. Sehingga total pasien positif Covid-19 di NTB menjadi 165 orang. Selain itu, ada tambahan pasien terjangkit Covid-19 yang dinyatakan sembuh 5 orang. Sehingga total pasien yang dinyatakan sembuh dari penyakit mematikan tersebut menjadi 20 orang.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si mengatakan pada Jumat, 24 April 2020, telah dilakukan pemeriksaan 94 sampel swab. Dengan hasil 82 sampel negatif dan 12 sampel kasus baru positif Covid-19.

Iklan

Ia menyebutkan 12 tambahan kasus baru positif tersebut. Pertama, pasien nomor 154, inisial Tn. M, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 65. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik.

Kedua, pasien nomor 155, inisial Tn. RW, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik.

Ketiga, pasien nomor 156, inisial Tn. AP, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik.

Keempat, pasien nomor 157, inisial Tn. AM, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Kelima, pasien nomor 158, inisial Tn. S, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Keenam, pasien nomor 159, inisial Tn. WS, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Ketujuh, pasien nomor 160, inisial Tn. Y, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Kedelapan, pasien nomor 161, inisial Ny. R, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 89. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Kesembilan, pasien nomor 162, inisial Ny. AH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Ke-10, pasien nomor 163, inisial Tn. AM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Jakarta. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Ke-11, pasien nomor 164, inisial Tn. LMAA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Dan ke-12, pasien nomor 165, inisial Tn. DMP, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 04. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Gita juga menyebutkan 5 pasien positif terjangkit Corona yang dinyatakan sembuh. Kelimanya dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif. Mereka adalah pasien nomor 02, inisial Tn. MN, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Kemudian pasien nomor 14, inisial Tn. RM, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Selanjutnya, pasien nomor 16, inisial Ny. SL, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kecamatan Mataram Kota Mataram. Dan pasien nomor 17, inisial Ny. KP, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Terakhir, pasien nomor 30, inisial Tn. RA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat.

Dengan adanya tambahan 12 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 5 orang tambahan kasus sembuh, dan tidak ada kematian baru. Maka, Gita jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 165 orang. Dengan perincian 20 orang sudah sembuh, 4 meninggal dunia, serta 141 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” terangnya.

Ia menambahkan populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.093 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 28 orang (2,5%) reaktif, dan 1.894 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 423 orang (22,3%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 orang (13,9%) reaktif.

“Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19,” kata Gita.
Ia menyebutkan, hingga saat ini jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 394 orang. Dengan perincian 247 orang (63%) PDP masih dalam pengawasan, 147 orang (37%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.690 orang. Terdiri dari 820 orang (18%) masih dalam pemantauan dan 3.870 orang (82%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.107 orang, terdiri dari 1.390 orang (66%) masih dalam pemantauan dan 717 orang (34%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 46.936 orang. Dengan rincian, PPTG yang masih menjalani karantina sebanyak 13.387 orang (29%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 33.549 orang (71%). (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional