Bertambah 11 Kasus Baru, 15 Sembuh dan Dua Pasien Meninggal

Peta perkembangan kasus Covid-19 di NTB hingga Senin, 21 September 2020. (Sumber : Pemprov NTB)

Mataram (Suara NTB) -Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif, 15 pasien sembuh dan dua pasien meninggal dunia, Senin, 21 September 2020. Sehingga jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 3.134 orang, dengan perincian 2.459 orang sudah sembuh, 187 meninggal dunia, serta 488 orang masih positif.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menjelaskan pada Senin, 21 September 2020, telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RSUD Bima sebanyak 67 sampel. Degan hasil 54 sampel negatif, dua sampel positif ulangan, dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19.

Iklan

Kasus baru positif tersebut, yaitu pasien nomor 3124, inisial IMS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng.

Pasien nomor 3125, inisial BS, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng. Pasien nomor 3126, inisial S, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram.

Pasien nomor 3127, inisial Y, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima. Pasien nomor 3128 inisial ASA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Sakra.

Pasien nomor 3129, inisial MDRH, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Rensing. Pasien nomor 3130, inisial M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Gelumpang, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Suralaga.

Pasien nomor 3131, inisial ZH, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Gelumpang, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Suralaga. Pasien nomor 3132, inisial A, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2885. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Selong.

Pasien nomor 3133, inisial N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong. Pasien nomor 3134, inisial AF, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Sedangkan 15 pasien yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu pasien nomor 2510, inisial SW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 2534, inisial M, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 2651, inisial MFAF, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Pasien nomor 2680, inisial M, laki-laki, usia 5 hari, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 2762, inisial S, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Desa Nyur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 2856, inisial MAS, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Pasien nomor 2871, inisial BJAH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 2909, inisial MA, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 2916, inisial BU, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur.

Pasien nomor 2929, inisial AA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien nomor 2930, inisial NU, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien nomor 2977, inisial AN, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk berdomisili di Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Pasien nomor 3020, inisial AY, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 3091, inisial R, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 3097, inisial MS, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Sementara itu, kata Sekda NTB ini, dua pasien yang meninggal yaitu pasien nomor 2981, inisial R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid. Dan pasien nomor 3108, inisial I, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Berkenaan dengan berita Menteri Agama RI, Fachrul Razi, yang positif Covid-19 setelah melakukan kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat, kata Sekda, maka akan dilakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak. Kegiatan contact tracing terutama akan dilaksanakan pada orang yang berkontak dengan Menteri Agama pada saat kegiatan pemberian bantuan kepada tokoh agama, peresmian Gedung Universitas Islam Negeri Mataram dan pembinaan ASN di lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB.

“Diharapkan kepada orang yang pernah kontak erat, yaitu orang yang pernah berkontak dengan Menteri Agama RI selama lebih dari 15 menit dengan jarak kurang dari 2 meter pada beberapa kegiatan tersebut untuk secara aktif membantu pelaksanaan contact tracing dengan cara melaporkan diri ke Layanan Provincial Call Center di nomor 0818 0211 8119,” pintanya. (nas)