Bertahap, PTM di Unram

H. Lalu Husni (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tahun akademik 2021/2022. Saat ini baru sebatas 16 program studi (prodi) dari 63 prodi yang ada di Unram yang telah melaksanakan PTM terbatas. Nantinya, pembukaan PTM terbatas di prodi lainnya akan dilakukan secara bertahap.

Hal itu disampaikan Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni, S.H., M.Hum., ditemui pada Selasa, 5 Oktober 2021. Ia mengatakan, 16 prodi sudah mulai menggelar PTM terbatas. Menurutnya, perlu ada persiapan-persiapan, seperti sarana, termasuk mahasiswa sudah divaksin, dan persiapan teknis lainnya untuk  membuka PTM terbatas.

Iklan

“Baru 16 prodi, prodi yang lain juga akan terus bertambah, sambil terus membenahi infrastruktur. Bertahap untuk tatap muka terbatas. Kemedikbudristek juga menanyakan jumlah prodi yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbtas, jumlah ini akan terus bertambah,” ujar Rektor.

Namun, menurut Rektor, untuk kegiatan praktik dan praktik lapangan memang sudah terus dilaksanakan dan tidak terkendala. Pihaknya menekankan pelaksanaan praktikum dengan menerapkan protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19 secara ketat.

Rektor juga optimis prodi lainnya bisa menggelar PTM terbatas. “Apalagi sekarang level PPKM di Mataram terus turun, kita optimis bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendibudristek mengeluarkan surat edaran Nomor 4 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka tahun akademik 2021/2022 yang ditujukan kepada pimpinan perguruan tinggi. Dirjen Dikti menyebutkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi mulai semester gasal tahun akademik 2021/2022 diselenggarakan dengan PTM terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dan/atau pembelajaran daring.

Dalam penyelenggaraan pembelajaran, perguruan tinggi harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitarnya. Apabila akan diselenggarakan pembelajaran tatap muka, baik perkuliahan, praktikum, studio, praktik lapangan, maupun bentuk pembelajaran lainnya, perguruan tinggi harus memenuhi ketentuan yang telah diatur melalui surat edaran tersebut. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional