Bertahan Lama, Ayam Rarang Jadi Suvenir Khas NTB

Ayam Rarang yang sudah dikemas dalam kemasan menarik dan siap menjadi suvenir khas NTB. (Ekbis NTB/ham)

Ayam Rarang merupakan salah satu kuliner yang cukup banyak peminatnya di Pulau Lombok. Tidak hanya dari kalangan warga lokal saja, tapi warga dari luar daerah dan luar negeri juga banyak yang membelinya langsung di Desa Rarang Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.

Bagi yang berasal dari luar daerah, mereka ingin membeli Ayam Rarang dan menjadikannya oleh-oleh bagi keluarga tercinta. Namun, kebanyakan pengelola rumah makan Ayam Rarang masih mengandalkan konsep langsung konsumsi, sehingga kalau dibawa ke luar daerah tidak bisa bertahan lama. Untuk itu, melalui industrialisasi, Ayam Rarang yang hanya biasa dinikmati di tempat, kini bisa dibawa ke luar daerah.

Iklan

Adalah Lalu Ari bersama istrinya Ledy Nopiana yang memulai industrialisasi Ayam Rarang. Mereka mencari cara agar Ayam Rarang bisa menjadi suvenir dan bisa bertahan lama. Apalagi pertanyaan ini selalu ditanyakan konsumen saat makan di warungnya.

‘’Kalau dulu, Ayam Rarang diproduksi dengan konsep langsung dikonsumsi bukan untuk oleh-oleh.  Berawal dari pertanyaan pelanggan ini membuat kami berpikir agar Ayam Rarang ini bisa dikemas dan bisa dijadikan oleh-oleh khas Desa Rarang,’’ tuturnya kepada Ekbis NTB, Minggu, 7 Februari 2021

 Tak berapa lama kemudian, istrinya Ledy Nopiana mendapat peluang studi banding ke Bandung Jawa Barat. Dalam studi banding ini, ujarnya, istrinya melihat ada produk rendang kemasan yang bisa bertahan lama. Kemudian istrinya belajar banyak bagaimana memproses makanan siap saji menjadi makanan bertahan lama, khususnya Ayam Rarang.

‘’Dan Alhamdulillah, setelah kita praktik. Sebelum dipasarkan, kita trial dulu. Di suhu ruang, bertahan berapa lama. Di kulkas berapa lama, dan di freezer berapa lama. Sampai akhirnya kita menemukan di  suhu ruang bisa bertahan 7 hari, 1  bulan di kulkas dan bisa bertahan 1 tahun di freezer,’’ ujarnya.

Dari hasil percobaan ini, mereka pun memutuskan diri memproduksi secara massal atau made by order. Jadi setiap orang yang pesan langsung dibuat kemasannya, supaya aman saat pengiriman dan tidak rusak sampai tujuan. Apalagi perkiraan pengiriman barang, ujarnya, 3 sampai 4 hari ke luar daerah, sehingga masih aman, karena Ayam Rarang dalam kemasan bisa bertahan 7 hari sebelum disimpan di kulkas atau freezer.

Adanya Ayam Rarang dalam kemasan ini, ujarnya, mendapat sambutan cukup baik dari pelanggan. Pelanggan dari luar daerah puas dan banyak yang memesan  Ayam Rarang dalam bentuk kemasan. Diakuinya, pelanggan yang memesan banyak berasal dari Jakarta, Malang, Lumajang, Palembang. Bahkan, Ayam Rarang ini pernah dibawa jemaah haji ke Arab Saudi saat melaksanakan ibadah haji sebagai bekal.

Tidak hanya itu, ujarnya, para pelaku pariwisata atau aparatur pemerintah yang bepergian ke luar negeri, seperti Thailand, Singapura dan Jerman banyak memesan Ayam Rarang dalam bentuk kemasan sebagai bekal.

Sementara di  masa pandemi, diakuinya, pesanannya agak berkurang, tidak seperti sebelum Covid-19. Meski demikian, ujarnya, hadirnya medis sosial dimanfaatkan untuk mempromosikan Ayam Rarang dalam kemasan yang diproduksinya. Bahkan, wisatawan yang sebelumnya khusus datang ke Lombok mencari Ayam Rarang dan sekarang tidak bisa bepergian karena pandemi Covid-19, cukup memesan secara online.

Bahkan, akhir-akhir ini, ujarnya, pesanan Ayam Rarang dalam kemasan cukup banyak. Pihaknya memprediksi, pesanan ini datang, karena banyak yang sudah kangen dengan cita rasa Ayam Rarang. ‘’O rang yang pernah orderorder lagi. Ada juga yang pesan untuk jadi oleh-oleh. Di mana, orang Lombok sendiri yang pergi ke luar daerah dan membawa Ayam Rarang sebagai oleh-oleh,’’ klaimnya.

Hal senada disampaikan  M. Putra Sahban, Owner CV. Global Ocean Norie, rumah produksi biskuit dari bahan dasar rumput laut.

Menurutnya, produksi biskuit rumput laut dilakukan di Jalan Energi No 46 A-B Ampenan Selatan, Mataram. CV ini sudah legal berdiri sejak tahun 2019.

Sahban mengatakan, program industrialisasi dirasa cukup membantu eksistensi perusahaan. Di antaranya karena didukung beberapa fasilitas oleh pemerintah. Misalnya, P-IRT, Halal, Nutrition Fact, MD.

Produk-produk biskuit rumput laut yang dibuatnya kini mejeng di beberapa toko oleh-oleh. Karena standar produksi produk sudah dipenuhi.

“Industri itu adalah kesiapan bahan baku, kesiapan peralatan pendukung, dan kesiapan SDM, serta syarat-syarat izin yang lengkap. Sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai jual,” ujarnya.

Untuk syarat-syarat yang disebutkan, Sahban mengatakan, kebutuhan yang belum dipenuhi hanyalah tersedianya mesin-mesin penunjang produksi yang cepat. Misalnya mesin pengaduk, mesin kemasan, mesin cetak biscuit bersekala besar. Saat ini Sahban memiliki tujuh orang pekerja. Proses produksi dilakukan selama depalan jam setiap hari.

Ada beberapa swalayan yang meminta produk bisckuitnya dijualkan. Sahban belum menyanggupi lantaran terbatasnya mesin-meisn produksi. Karena itu, ia mengharapkan jika memungkinkan dipenuhi alat-alat produksi yang memadai, sehingga proses industrialisasi yang ruhnya adalah kegiatan produksi dengan peralatan/mesin, percepatan proses, efisiensi dan terwujudnya nilai tambah dapat dicapai.

“Industrialisasi itu kan tersedianya SDM, mesin-mesin pendukung, dan proses produksi yang cepat serta naiknya nilai jual. Ujung-ujungnya adalah pasar,” ujarnya.

Industrialisasi sudah dilaksanakan, namun tak banyak yang memahaminya, bahkan IKM sendiri kata Sahban. Kebanyakan memahami bahwa industrialisasi adalah pabrik-pabrik besekala besar. Padahal, industrialisasi itu sudah dilakukan sejak zaman dahulu.

Misalnya, membuat minyak dari kelapa. Selama prosesnya dilakukan secara tradisional, hasilnya terbatas hanya minyak goreng kelapa. Tapi dalam proses industrialiasi, proses pembuatan minyak goreng dilakukan lebih cepat, efisien. Turunannya tidak terbatas hanya pada minyak kelapa saja, ada juga produk-produk lain yang dihasilkan dari serabut kelapa, batok kelapa, batang, hingga daun kelapa. (ham/bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional