Bersinergi Tangani Sampah

Muhammad Erwan. (Suara NTB/bay)

Penanganan potensi penumpukan sampah di Kota Mataram masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Perbaikan sistem dan koordinasi antara perangkat daerah terkait menjadi isu utama untuk mengurai masalah yang terus menghantui ibu kota provinsi NTB tersebut.

Camat Cakranegara, Muhammad Erwan, menerangkan dengan pergantian kepemimpinan di Kota Mataram saat ini penanganan sampah diharapkan menjadi salah satu fokus utama. Termasuk peningkatan sinergi seluruh jajaran untuk mewujudkan visi-misi Walikota dan Wakil Walikota yang baru.

Iklan

“Artinya, kami semua jajaran pasti mendukung kebijakan dari Walikota. Sehingga kami sebagai bagian dari pemerintahan yang ada di bawah harus memberikan pelayanan terbaik demi menunjang kinerja Walikota yang baru,” ujarnya, Minggu, 21 Februari 2021.

Kendati demikian, sejak awal tahun 2021 penanganan sampah di Kota Mataram diakui macet. Terutama untuk pengangkutan di tempat pembuangan sampah (TPS) di masing-masing kecamatan.

“Kalau yang di TPS ini merupakan tanggung jawab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Jadi sudah bukan ranah pemerintah kecamatan atau kelurahan,” jelasnya. Menurut Erwan, pihak kelurahan dan kecamatan dalam hal ini bertugas mengangkut seluruh sampah dari rumah-rumah warga di setiap lingkungan ke TPS. “Kalau akhirnya tercecer di TPS, maka itu jadi tanggung jawab DLH,” sambungnya.

Untuk mengurai potensi penumpukan sampah tersebut, hal pertama yang menurutnya perlu dilakukan adalah memastikan jatah pengangkutan sampah di masing-masing kecamatan dan kelurahan. Mengingat intensitas pengangkutan sampah oleh DLH Kota Mataram memang berkurang sejak awal tahun.

Diterangkan, sampai saat ini pihak kelurahan dan kecamatan tetap menjaga jadwal pengangkutan dari rumah-rumah warga ke TPS. Namun dengan terganggunya pengangkutan sampah dari TPS ke tempat pembuangan akhir (TPA), maka penumpukan sampah tidak bisa dihindari.

Untuk itu, pihaknya berharap ada kepastian aturan terbaru terkait model pengangkutan sampah tersebut. Baik dari lingkungan ke TPS, maupun dari TPS ke TPA. Termasuk kepastian jumlah kuota pengangkutan sampah per hari untuk setiap kelurahan.

“Jadi dari masing-masing kelurahan itu bisanya berapa kali? Apakah cuma sekali (pengangkutan) atau dua kali atau berapa. Kalau memang cuma sekali, ya kita ikuti (sesuaikan, Red), tapi pasti ada potensi menumpuk nanti,” tandasnya. (bay)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional