Bersiap Menuju Kenormalan Baru, Penumpang Pesawat di Bandara Naik

Pelayanan bagi calon penumpang di BIZAM setelah penerbangan sudah dibuka bagi masyarakat umum dengan persyaratan khusus.  (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Arus penumpang pesawat di Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mulai menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Menyusul mulai dibukanya penerbangan bagi masyarakat umum dengan persyaratan khusus, di masa persiapan penerapan kebijakan new normal (kenormalan baru). Persyaratan khusus ini sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020, sepekan lalu.

“Sejak regulasi tersebut terbit, secara rata-rata jumlah pengguna jasa yang berangkat dan tiba di Bandara Lombok juga mengalami peningkatan,” terang General Manager PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Nugroho Jati, Kamis, 11 Juni 2020.

Iklan

Jika sepekan yang lalu rata-rata pengguna jasa yang tiba dan berangkat dari BIZAM berkisar antara 150 sampai 200 orang penumpang per hari, kini sudah mencapai 500 penumpang per hari. Jumlah penerbangan juga perlahan mulai naik, rata-rata bisa mencapai hingga 10 penerbangan per hari.

“Hari ini saja (Kamis kemarin, red) ada 5 pesawat yang tiba dan 4 pesawat berangkat yang sudah terjadwal dengan tujuan Jakarta, Surabaya dan Bima,” tambahnya.

Guna mendukung operasional penerbangan dalam masa adaptasi kebiasaan baru, pihaknya juga terus berbenah dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas penunjang. Untuk mendukung implementasi pedoman protokol kesehatan dan prosedur pelayanan kepada pengguna jasa yang telah ditetapkan oleh PT Angkasa Pura I.

Pedoman protokol kesehatan dan prosedur pelayanan tersebut meliputi penerapan physical distancing, pengecekan dokumen kesehatan, serta pengecekan suhu tubuh. Prosedur ini tidak hanya ditujukan bagi penumpang tetapi juga bagi mitra usaha dan seluruh personel yang bertugas di bandara.

Pembersihan secara berkala juga dilakukan, untuk memastikan seluruh fasilitas di bandara aman dan steril. Terutama fasilitas-fasilitas publik, seperti konter check-in, troli, toilet, mesin pemindai boarding pass, hingga hand rail. Itu penting memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang di bandara. Di area terminal juga telah disediakan tempat mencuci tangan serta hand sanitizer yang ada di beberapa titik di dalam terminal penumpang.

  Kasus Pembakaran Rumah Direktur Walhi NTB, Polres Loteng Panggil 10 Saksi

Seluruh petugas bandara juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD). Penanda berupa stiker dan marka untuk menjaga jarak antar orang (physical distancing) pada setiap antrean, seperti di area check-in, area pemeriksaan keamanan (security check point), garbarata, hingga area klaim bagasi (baggage claim) juga disiapkan. Termasuk di ruang tunggu, juga telah diatur sedemikian rupa untuk menjamin jarak yang cukup di antara penumpang.

Meski sudah dibuka untuk umum, namun para penumpang tetap harus memenuhi syarat untuk bisa diterbangkan. Di mana sesuai SE Nomor 7/2020, syarat dokumen yang harus dilengkapi. “Selain identitas diri, syarat utama yang harus dipenuhi oleh calon penumpanga ialah harus membawa surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji rapid test dengan hasil non-reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan,” pungkas Jati. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here