Bersama 38 Kepala OPD, Gubernur Menyerap Langsung Aspirasi Masyarakat Sumbawa

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah  didampingi para Kepala OPD saat menyerap aspirasi masyarakat di Pulau Sumbawa. (Suara NTB/humassetdantb)

Dompu (Suara NTB) – Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah bersama 38 Kepala OPD lingkup Pemprov NTB melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sumbawa selama tiga hari. Dalam Kunkernya, gubernur selalu  bersilaturahmi dengan para kepala  desa (Kades) dan masyarakat. Melalui silaturahmi itu, gubernur langsung menyerap aspirasi masyarakat.

Gubernur mengawali silaturahminya dengan Kades dan masyarakat di Kabupaten Bima. Kemudian melanjutkan Kunkernya ke Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa. Acara pertemuan dengan masyarakat dikemas dengan santai sambil duduk lesehan. Suasana pun penuh keakraban.

Iklan

Dalam setiap Kunkernya ke daerah, gubernur selalu menyertakan kepala OPD. Itu semua dilakukan dalam rangka meningkatkan solidaritas dan mendengar secara langsung keluhan dan aspirasi masyarakat.

‘’Saya didampingi puluhan Kepala OPD Provinsi NTB. Jadi, apapun keluhan dan aspirasi masyarakat, bisa disampaikan langsung  kepada kepala dinas terkait,’’ ujar gubernur di hadapan kades, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kabupaten Bima, sambil memperkenalkan seluruh kepala OPD, Kamis, 30 Juli 2020 lalu.

Gubernur menilai, keinginan masyarakat NTB sesungguhnya sederhana saja. Mereka hanya menginginkan pemimpinnya hadir. Mau menyapa dan mengunjungi mereka untuk saling mendengar. Gubernur tidak menghendaki jika alasan kesibukan menjadi penghalang silaturahmi antara para pemimpin dengan warganya.

‘’Alhamdulillah puluhan kepala OPD ikut. Keluh kesah masyarakat bisa didengar dan ditindaklanjuti langsung,’’ tambah Dr.Zul.

Sesibuk apapun katanya, jangan sampai lupa dengan yang namanya silaturahim. Gubernur menegaskan, dirinya tidak ingin ada kepala dinas ataupun pejabat lainnya yang enggan turun langsung mendengar masyarakat. ‘’Kita ini terkadang senang dicari. Masyarakat kita capek nyari, tapi malah tidak bisa ketemu. Sekarang tradisi itu kita balik. Kita sendiri yang turun mencari masyarakat,’’ ujarnya.

Gubernur menegaskan, masyarakat dan pemimin, serta semua pihak harus bersinergi, saling membantu. Persoalan yang bisa diselesaikan oleh pemerintah kabupaten, silakan diselesaikan oleh kabupaten. Demikian juga dengan persoalan yang bisa dibantu oleh Pemprov NTB, tentu akan dibantu oleh Pemprov NTB. Demikian halnya dengan Pemerintah Pusat. ‘’Sekarang zamannya kita bersinergi. Tidak lagi kita saling menyalahkan,’’ ujarnya.

Datang ke Desa Terpencil

Usai salat Ashar di Musala Al-Ridwan Desa Doridungga, Kabupaten Bima, gubernur berjalan kaki menyapa teman, kerabat, serta penduduk Desa Doridungga, Kabupaten Bima. Satu persatu, disapa, diajak bicara, bahkan bercengkrama di sepanjang jalan.

Kehadiran gubernur menyedot perhatian warga. Bahkan, ada sejumlah warga yang keluar rumah hanya sekadar ingin menyapa, kemudian menyampaikan doa dan secara spontan minawarkan gubernur istirahat di rumah mereka.

Menurut Rohani, warga Desa Doridungga, kedatangan gubernur ke desanya ini sudah beberapa kali. Rohani bersyukur dan mendoakan gubernur supaya tetap berkeliling menyapa dan menyerap aspirasi masyarakat langsung.

Kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menurutnya, sangat dirasakan masyarakat. Apalagi, pada saat pandemi Covid-19 melanda. Saat dia dan keluarganya diminta berdiam di rumah. Kebijakan gubernur yang menyalurkan sembako JPS Gemilang ikut meredakan kesulitan hidup mereka.

‘’Untung ada sembako dari Pak Gubernur. Jadi kami bisa makan tanpa harus keluar rumah dan keluar duit,’’ ujar Rohani.

Rohani berharap, kedatangan gubernur ke Kabupaten Bima ini menjadi momentum yang baik. Terlebih, gubernur melaksanakan Salat Idul Adha di Lapangan Desa Doridungga. ‘’Alhamdulillah. Pertama kali saya lihat ada gubernur datang dan Salat Idul Adha di desa terpencil di Kabupaten Bima,’’ ujarnya.

Di desa terpencil ini,  gubernur menjadi khatib Salat Idul Adha yang  berlangsung di Lapangan Desa Doridungga. Usai Salat Idul Adha, gubernur  kemudian menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi exotic jenis simetal seberat 1.050 Kg atau lebih dari 1 ton.

Gubernur Bermalam di Masjid

Berkunjung ke Kabupaten Bima, gubernur memilih bermalam di Masjid At-Taqwa Desa Doridungga. Badrun (49),  marbot masjid setempat, mengungkapkan rasa kagumnya dengan pilihan Gubernur NTB itu. Tak hentinya ia tersenyum sambil sesekali merapikan kopiahnya menyambut kedatangan gubernur  Kamis, 30 Juli 2020 sore di masjid setempat.

Sore itu, kehadiran gubernur tidak saja untuk salat. Tetapi di masjid itu pula, gubernur menginap. Sejak jadi pengurus masjid puluhan tahun lalu, setahu Badrun belum ada sekalipun pejabat tinggi selevel gubernur yang salat dan menginap langsung di Masjid At-Taqwa tersebut.

 ‘’Ya bangga sekali pada Pak Gubernur. Beliau tidak hanya datang salat dan silaturrahim bersama kami. Beliau juga memberikan bantuan pembangunan serta menginap langsung di masjid ini,’’ ujar pria ramah tersebut.

Silaturahmi di Kabupaten Dompu

Selanjutnya di Kabupaten Dompu, gubernur menggelar pertemuan di Aula Pendopo Bupati Dompu pada Jumat, 31Juli 2020. Seperti biasa, gubernur mempersilakan seluruh Kades yang hadir dalam pertemuan itu untuk mencari Kadis atau Kepala OPD yang sesuai dengan kebutuhan. Gubernur meminta seluruh Kades menyampaikan keluhan ataupun masalah desanya kepada Kadis terkait.

‘’Silakan cari Kadis yang sesuai dengan permasalahan di desa. Jangan tegang-tegang, sodorkan saja proposal desa masing-masing,’’ ujar gubernur.

Tanpa menunggu lama, sejumlah Kades langsung berdiri dan mencari Kepala OPD yang sesuai dengan permasalahan di desanya. Terlihat, beberapa Kepala OPD yang banyak ditemui seperti Kadis PUPR dan Karo Kesra.

‘’Rata- rata aspirasi masyarakat masalah jalan dan pembangunan tempat ibadah,’’ ujar Fadly, salah seorang Kades di Dompu.

Fadly mengatakan, tradisi baru Gubernur NTB tersebut sangat mempermudah masyarakat, terutama para Kades yang berada di Pulau Sumbawa. Karena, mereka bisa langsung bertemu dengan para Kepala OPD dan berdiskusi terkait dengan program pembangunan daerah.

‘’Kalau harus ke Mataram, kita butuh biaya, butuh waktu, butuh tenaga banyak. Alhamdulillah Pak Gubernur langsung bawakan kami para Kepala OPD ke sini, jadi sangat terbantu,’’ ujarnya.

Apresiasi Sikap Bersahaja Gubernur

Kunker berlanjut ke Kabupaten Sumbawa.  Gubernur yang berbaur langsung dengan masyarakat mendapat banyak apresiasi. Salah satunya dari Kades Orong Bawak, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, tradisi yang dilakukan Gubernur NTB ini merupakan momen langka dan harus dihadiri.

“Saya kaget, tiba-tiba datang undangan silaturahim bersama gubernur. Biasanya camat yang undang, sekarang gubernur, hebat pokoknya,’’ ujar Rosihan saat menghadiri acara silaturahmi Gubernur NTB dengan toga, toma serta Kades di Taman Mangga, Kabupaten Sumbawa  pada Sabtu, 1 Agustus 2020.

‘’Kami berharap kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan. Dengan begitu, rasa saling memiliki, rasa kekeluargaan sangat terasa antara masyarakat dan pemimpin,’’ harap Rosihan.

Ungkapan senada disampaikan, H. Rahman, toma didesa setempat. ‘’Alhamdulillah ini momen yang baik. Saya datang bersama camat, ingin sampaikan masalah masjid,’’ ujarnya.  Ia bersyukur bisa berbicara langsung dengan Gubernur NTB. Seluruh keluhan ia sampaikan. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

‘’Saya langsung diarahkan ke Biro Kesra Provinsi NTB. Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti,’’ ujarnya penuh semangat. (Humas NTB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here