Berlanjut, Kasus Pemetik Bunga Edelweis Rinjani

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak lima orang pendaki yang telah melakukan pendakian Rinjani belum lama ini diberikan sanksi berupa larangan mendaki Rinjani. Hal itu bukan tanpa sebab, kelima pendaki itu telah dengan sengaja memetik dan mencabut Bunga Edelweis.

Padahal terdapat larangan mencabut, mengambil atau membawa pulang bunga tersebut. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Agus Budi mengambil tindakan tegas berupa pemblokiran yang bersangkutan dari semua pintu pendakian Rinjani. Sementara proses lainnya masih berlanjut.

Iklan

“Pelarangan melakukan pendakian bagi yang bersangkutan itu berlaku atau berhenti sampai ada proses lebih lanjut. Kami masih mencari identitas yang bersangkutan untuk diberikan sanksi secara tegas,” kata Agus Budi di Mataram, Sabtu, 23 Juli 2017.

“Ini merupakan larangan yang kedua kalinya kami keluarkan kepada pendaki yang melanggar aturan. Ini juga akan berlaku pada pendaki lainnya apabila melanggar aturan pendakian di taman nasional,” ujarnya.

Sementara ini, informasi yang didapatkan oleh BTNGR bahwa pelaku pencabutan bunga Edelweis merupakan pendaki asal NTB atau pendaki lokal. Ia menyayangkan sikap yang tidak terpuji dan bukan merupakan contoh yang baik bagi pendaki lainnya.

“Berdasarkan aturan, ada sanksi pidana. Jika yang bersangkutan tidak berbubah, maka bisa saja prosesnya akan dilanjutkan ke jalur hukum,” ujarnya.

Larangan melakukan pendakian rinjani dimulai dengan memampang foto para terduga pelaku, baik di pintu mendakian Sembalun maupun Senaru. Yang bersangkutan dilarang melakukan pendakian hingga waktu yang belum ditentukan.

Ia mengatakan bahwa hal itu memang dilarang karena merusak alam. Larangan itu dikeluarkan secara resmi oleh BTNGR pada Jumat, 21 Juli 2017 lalu.

BTNGR menetapkan yang bersangkutan telah melanggar kode etik pecinta alam dan melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Larangan itu tertera di dalam pasal 33 ayat (3) yang berbunyi setiap orang dilarang untuk melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional, taman hutan raya dan taman wisata alam. (lin)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional