Berkurang, Minat Bekerja di Luar Negeri

Abdul Hadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri berkurang. Dilihat dari data resmi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI)/TKI tahun 2019 lalu, angkanya menurun signifikan. “Tahun 2019 hanya sekitar 23 ribuan yang ditempatkan,” kata Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakerstrans) Provinsi NTB, Abdul Hadi, S. Sos, MM.

Tahun–tahun sebelumnya, penempatan tenaga kerja di luar negeri mencapai 35.000 orang sampai 40.000 orang setiap tahun. Beberapa kemungkinan persoalan adalah penyetopan pengiriman PMI ke Timur Tengah. Selain itu, banyaknya eks PMI yang lebih memilih berwirausaha di dalam daerah. Sepulangnya membawa modal dari rantauan.

Iklan

Kemudian, berkurangnya minat bekerja di luar negeri ini karena peralihan minat bekerja antar daerah untuk pekerjaan-pekerjaan serupa. Misalnya pekerjaan perkebunan sawit di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Penempatan tenaga kerja di Malaysia sata ini tengah mengalami penurunan minat. Karena gencarnya sosialisasi kepada masyarakat untuk menghentikan kebiasaan pergi pulang, pergi pulang sebagai PMI. Cukup hanya dua tahun saja seharusnya. Caranya dengan memanfaatkan modal yang sudah didapat sebagai modal usaha mengembangkan dirinya.

“Kita memang mengharapkan tidak sebanyak-banyaknya bekerja di luar negeri. kalau bisa sedikit, lebih bagus. Berarti ekonomi kita makin baik. Keluar negeri ini hanya alternatif terakhir. Apalagi kita sudah berkembang dengan adanya KEK Mandalika yang membutuhkan banyak pekerjaan dan jasa-jasa ikutannya,” ujarnya.

Untuk tahun 2020 ini, diproyeksikan minat bekerja di luar negeri ini akan mengalami kenaikan, setelah dibukanya sistem penempatan pekerja melalui satu kanal untuk Arab Saudi. Sistem satu kanal ini tengah berlangsung, bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati). Se Indonesia, kuota pengiriman PMI ke Arab Saudi secara bertahap direncanakan sebanyak 9.000 PMI. Terbanyak diminta dari Provinsi NTB. (bul)