Berkunjung ke Rumah Duka, Gubernur Sampaikan Belasungkawa

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat mengunjungi kediaman keluarga Almarhum Syekh Ali Jaber di Monjok, Mataram, Kamis, 14 Januari 2021.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berkunjung ke rumah duka Almarhum Syekh Ali Jaber di Jalan Ade Irma Suryani Monjok, Mataram. Kepada pihak keluarga, Gubernur menyampaikan belasungkawanya.

Sampai di rumah duka sekitar pukul 20.24, Dr. Zul juga menyampaikan kekagumannnya pada almarhum. “Allah cinta pada beliau,” ujarnya.

Selain itu, Dr. Zul juga mengenang pesan Syekh Ali Jaber yang sempat mengatakan ingin dimakamkam di Lombok jika meninggal. Namun dengan ketatnya prosedur untuk memberangkatkan jenazah maka pemakaman diputuskan untuk dilakukan di Tanggerang. “Kita sebenarnya berharap beliau katanya ingin dimakamkan di Lombok, tapi dengan prosedur segala macamnya kita juga mengerti,” jelasnya.

Keluarga Syekh Ali Jaber, Faisal Jaber, menerangkan bahwa keluarga besar almarhum telah sepakat melaksanakan pemakaman di Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Qur’an (Daqu) pada Kamis (14/1) sore. Di mana pesantren tersebut merupakan pesantren yang didirikan oleh Ustaz Yusuf Mansur.

“Saudara dan sahabat-sahabatnya ingin beliau dimakamkan di sana. Ada ibunda beliau juga di Jakarta,” ujar Faisal.

Dirinya juga mengenang kembali pertemuan terakhir dengan Syekh Ali Jaber. Di mana almarhum sempat menginap selama lima hari pada November 2020 lalu setelah menghadiri kegiatan di Lombok Timur. “Waktu itu yang paling lama beliau menginap di sini. Biasanya hanya 1-2 hari,” jelasnya.

Sebanyak 6 orang dari pihak keluarga dari rumah duka di Monjok sendiri telah berangkat ke Jakarta. Antara lain istri almarhum, Nadia Salim, anak pertama almarhum, Al Hasan Ali Jaber, mertua almarhum, Salim Jaber, dan tiga orang anggota keluarga lainnya. “Keluarga akan di sana 3-4 hari,” tandasnya. (bay)