Berkunjung ke ’’Negeri di Atas Awan’’ Bernama Mantar

Mataram (Suara NTB) – Kabupaten Sumbawa Barat tidak hanya memiliki Kenawa atau Sekongkang sebagai destinasinya. Salah satu yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi adalah destinasi wisata Mantar. Destinasi ini disebut sebagai negeri di atas awan. Dimana wisatawan dapat melihat secara langsung pemandangan KSB atau tidak dapat melihatnya karena tertutupi awan.

Keberadaan Mantar saat ini sudah mulai diketahui wisatawan. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang setiap akhir pekan. Setiap Sabtu atau Minggu setidaknya ada 600 orang wisatawan yang berkunjung. Belakangan, Pemda semakin memerhatikan infrastruktur jalan menuju destinasi wisata ini.

Iklan

“Waktu saya berkunjung itu semua tertutup awan. Saya tidak bisa melihat pemandangan di bawahnya. Tapi ternyata itu juga menakjubkan. Kita seolah-olah berada di atas awan,” kata wisatawan asal Kota Mataram yang telah berkunjung ke Mantar, Ririn Ainurrohimah, Selasa, 27 Maret 2018.

Ia mengatakan bahwa perjalanan menuju destinasi wisata ini memang tidak mudah. Namun pemandangan dari atasnya membuat rasa lelah terbayar. Apalagi dengan pemandangan awan yang membuat wisatawan seolah-olah berada di atasnya. Ini memberikan pengalaman baru bagi banyak wisatawan.

Desa Wisata Mantar merupakan desa yang berada di ketinggian 588 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dua tahun terakhir semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung. Konon desa ini diibaratkan sebagai desa di atas awan.

Keindahan yang dimiliki Mantar juga menjadikan para pilot atau atlet paralayang sebagai surga untuk melakukan penerbangan. Terlebih keindahan site paralayang Mantar ini disamakan dengan Ulo Deniz yang ada di Negara Turki.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata KSB, IGB Sumbawanto mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pembenahan untuk melengkapi dan memperbaiki infrastruktur jalan menuju Mantar.

Ia mengatakan bahwa akses menuju destinasi wisata sangat penting. Sehingga jalan menuju Desa Mantar benar-benar menjadi prioritas utama saat ini. Disamping promosi yang akan dilakukan secara lebih masif.

“Di Mantar sudah kita lakukan beberapa kali kegiatan paralayang dengan menghadirkan pilot internasional. Jadi Mantar ini punya keunggulan, itulah kenapa kita usahakan agar jalan menuju Mantar ini diperbaiki,” ujarnya. (lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here