Berkat Kerja Keras OPD, Indeks Inovasi Daerah NTB Masih Kokoh di Peringkat Pertama Nasional

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Kepala Bappeda NTB, H. Iswandi membuka Pameran Inovasi Daerah di Halaman Kantor Bapeda NTB, Jumat (17/9) kemarin. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Indeks Inovasi Daerah (IID) NTB tahun 2021 masih kokoh di peringkat pertama nasional sampai batas penginputan inovasi, Jumat (17/9) siang kemarin. Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, prestasi tersebut berkat kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berjuang membalikkan posisi IID NTB, dari kategori provinsi tidak inovatif menjadi sangat inovatif.

‘’Sekarang kita petik hasilnya. Bahwa menurut informasi Kepala Bappeda, kita masih di posisi pertama (secara nasional). Ini adalah berkat kerja keras semua OPD,’’ ujar Wagub saat membuka Pameran Inovasi Daerah di Halaman Kantor Bappeda NTB, Jumat (17/9) pagi kemarin.

Iklan

Wagub mengatakan, dirinya bersama Gubernur hanya bisa mengarahkan. Tetapi yang bekerja dengan sungguh-sungguh adalah semua OPD. Sehingga hasilnya bisa dicapai saat ini.

‘’Apa yang kita capai, tentunya harus dijaga. Tidak bisa lengah. Karena provinsi lain juga terus menerus berlari untuk melakukan inovasi terbaik,’’ ujarnya mengingatkan.

Sejak Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul – Rohmi) memimpin NTB mulai 19 September 2018 lalu, Wagub mengatakan, NTB terus mencoba bangkit dari bencana gempa bumi. Begitu tahun 2019, NTB Mulai bangkit dari bencana gempa bumi. Namun, awal 2020, NTB kembali dilanda pandemi Covid-19 hingga saat ini. Di tengah bencana yang terjadi, NTB terus melakukan inovasi. Karena Pemda sadar, kata Wagub, tanpa inovasi tidak akan bisa keluar dari keterpurukan akibat bencana.

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah foto bersama dengan seluruh asisten dan Kepala OPD lingkup Pemprov NTB usai membuka Pameran Inovasi Daerah di Halaman Kantor Bapeda NTB, Jumat (17/9) kemarin (Suara NTB/nas)

‘’Kalau kita tidak melakukan inovasi, mungkin kita berjalan biasa. Tapi dengan inovasi, Insya Allah kita bisa berlari,’’ ucapnya.

Pada saat disampaikan bahwa NTB provinsi yang tidak inovatif pada 2020. Wagub mengatakan dirinya termasuk orang yang tidak setuju dengan predikat tidak inovatif tersebut.

‘’Karena saya tahu betul, betapa banyak inovasi yang dilakukan oleh seluruh OPD. Tapi memang saat itu masih banyak inovasi yang belum diinput. Alhamdulillah, sekarang semua bekerja bahu membahu, Bappeda dan seluruh OPD. Semua OPD tak mau ketinggalan untuk melakukan inovasi,’’ tandasnya.

Kepala Bappeda NTB, Dr. H. Iswandi, M. Si mengatakan beberapa bulan lalu, viral informasi berkenaan dengan rangking dari NTB yang mendapatkan penilaian tidak inovatif. Sehingga, dengan pameran inovasi ini, NTB ingin menunjukkan bahwa daerah ini mampu untuk mencapai peringkat sangat inovatif.

‘’Hari ini, 17 September 2021, batas terakhir peng-input-an seluruh daerah di Indonesia melaksanakan input data untuk menentukan seluruh provinsi berada pada posisi berapa. Alhamdulillah, dari provinsi tidak inovatif, berdasarkan data sampai hari ini, kita sudah meningkat menjadi sangat inovatif,’’ kata Iswandi.

Ia berharap, sampai penutupan penginputan data inovasi sampai Jumat (17/9) Pukul 00.00 Wita, NTB tetap bertahan di peringkat pertama dari 34 provinsi di Indonesia. Iswandi mengatakan, dengan peringkat yang masih kokoh di posisi pertama secara nasional, menunjukkan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur terus bekerja.

‘’Alhamdulillah tiga tahun kepemimpinan beliau, prestasi yang menjadi perhatian adalah bagaimana daerah ini menjadi tergolong sangat inovatif,’’ katanya.

Mantan Penjabat Sekda NTB ini mengatakan, sekarang menjadi momentum kebangkitan seluruh OPD untuk senantiasa berinovasi dari tahun ke tahun. Tidak ada kata berhenti untuk berinovasi .

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda NTB, Lalu Suryadi S, S.P., M.M., dikonfirmasi terpisah mengatakan, NTB masih kokoh di posisi pertama nasional dari 34 provinsi di Indonesia. NTB dibayangi NTT, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan.

‘’Walaupun kemarin kita turun ke posisi tiga, tapi beberapa hari ini naik lagi, sehingga masih posisi pertama. Harapan kita sampai nanti malam penutupan penginputan, masih bisa bertahan. Karena selisihnya sedikit, provinsi lain sangat aktif memperbaiki inovasi mereka,’’ jelasnya.

Suryadi menyebutkan dalam ajang IID 2021, Pemprov NTB menginput sebanyak 66 inovasi. Terdiri dari 42 inovasi OPD dan sisanya inovasi dari masyarakat. Dari sisi kematangan, inovasi yang berasal dari Pemprov NTB nilainya cukup tinggi.

Sehingga posisi IID NTB bisa menempati posisi pertama secara nasional. Dibandingkan provinsi lain, seperti Jawa Tengah, inovasi yang diinput ratusan inovasi, tetapi tingkat kematanganya masih lebih tinggi NTB. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional