Berkat Bansos, Persentase Kemiskinan Kabupaten Bima Turun 0,27 Persen

Muhammad Fathi.(Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Angka Kemiskinan di Kabupaten Bima selama pandemi Covid-19 mengalami penurunan signifikan. Hal itu berkat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat berupa BST, BLT, PKH hingga layanan listrik gratis.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bima mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Bima pada tahun 2019 sebesar 14,76 persen. Sementara tahun 2020 menurun menjadi 14,49 persen.

Iklan

“Jadi ada penurunan sekitar 0,27 persen,” kata Kepala BPS Kabupaten Bima, melalui Koordinator Fungsi Statistik Sosial, Muhammad Fathi, S.ST, belum lama ini.

Lebih lanjut Ia mengatakan, penurunan angka kemiskinan tersebut mengacu pada hasil survei berdasarkan jumlah pengeluaran warga perbulan. Adapun pengeluaran itu tercatat berupa pembelian kebutuhan pokok maupun yang lainnya.

“Survei ini berdasarkan rentang waktu satu bulan dalam satu Kepala Keluarga (KK),” katanya.

Ia menjelaskan, apabila dalam KK terdapat lima orang, kemudian pengeluarannya atau belanjanya rata-rata maksimal Rp356.000 per bulan akan dicatat sebagai warga miskin atau ekonomi lemah.

“Namun jika belanjanya diatas angka ini, bukan lagi dikatakan warga miskin. Mereka tercatat sebagai warga ekonomi menengah,” katanya menjelaskan.

Untuk data survei angka kemiskinan tahun 2021 lanjutnya, hingga saat ini belum bisa dirilis atau diumumkan. Kata dia, paling cepat baru diumumkan melalui website BPS pada bulan November dan Desember mendatang.

“Biasanya baru kita rilis hasil survei akhir di tahun. Karena saat ini masih proses menyelesaikan tahapan survei,” katanya.

Akan tetapi Ia memprakirakan berdasarkan hasil survei sementara pada, tahun 2021 warga miskin di Kabupaten Bima berpotensi semakin meningkat dibanding tahun 2020 lalu.

“Akan sedikit meningkat karena bansos yang diterima warga tahun 2021 sudah berkurang dan tidak sebanyak tahun 2020 lalu,” pungkasnya. (uki)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional