Berikan Efek Jera, Pemprov Proses Hukum Terduga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan

Kawasan hutan yang dirambah dan dibakar oleh terduga pelaku di Kawasan Hutan Tutupan Negara RTK.65 Kelompok Hutan Toffo Rompu, wilayah Administrasi  Kabupaten Bima. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Operasi Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) dan  Gakkum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB berhasil mengamankan terduga pelaku perambahan dan pembakaran hutan. Polisi Kehutanan dan Pamhut Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Madapangga Rompu Waworada, Sila-Bima bersama TNI/Polri  menangkap terduga pelaku pembakaran kawasan hutan untuk memberikan efek jera.

Kasi Penegakan Hukum Dinas LHK NTB, Astan Wirya, S.H., M.H., di Mataram, Rabu, 15 September 2021 mengamankan terduga pelaku pembakaran dan perambahan hutan, Sabtu, 11 September 2021, sekitar pukul 12.30 Wita di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Dalam Kawasan Hutan Tutupan Negara RTK.65 Kelompok Hutan Toffo Rompu, wilayah Administrasi  Kabupaten Bima. Luas kawasan hutan yang dibakar selyas 7 hektare dengan 20 tebangan pohon  dan pembersihan alih fungsi untuk  tanaman jagung.

Iklan

Di mana, terduga pelaku inisial I alias Guru Ba’i. Penanganan kasus tersebut dilimpahkan penanganan proses hukum kepada Gakkum DLHK NTB berdasarkan Laporan Kejadian Nomor : LK.019/RMP/BKPH-MAROWA/2021 tanggal 11 September 2021 untuk dilakukan penanganan proses hukum, pendalaman penyelidikan dan penyidikan dengan pemeriksaan saksi-saksi/pelaku oleh Tim Penyidik LHK NTB, di Mataram.

“Di mana terhadap pelaku disangka melakukan perbuatan tindak pidana  kehutanan,” kata Astan Wirya.

Dari hasil pemeriksaan didapatkan alat bukti yang cukup, berupa saksi-saksi, barang bukti, keterangan pelaku. Barang bukti yang diamanakan berupa satu unit mesin chainsaw, 2 bilah parang, 2 jerigen bensin premium oil, sampel pohon/tebangan dan putung bekas bakar areal lokasi.

Dalam rangka  kepastian hukum proses pengembangan penyidikan terhadap pelaku lainnya dan memberikan efek jera, kata Astan Wirya, penyidik melakukan penahanan di Rutan Negara  Cabang Dit Tahti Polda NTB untuk 20 hari ke depan.

Dikatakan, Pemprov melalui Dinas LHK NTB terus berkomitmen menegakkan hukum dalam upaya perlindungan hutan. Kemudian bersinergi dengan semua stakeholder adalah untuk menjamin keberlangsungan kehidupan, keseimbangan alam lingkungan dan hutan. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional