Berganti Rektor, UTS Siap Membumi dan Mendunia

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Andy Tirta, Chairul Hudaya dan sejumlah dosen UTS usai serah terima jabatan rektor UTS, Minggu, 16 Februari 2020. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kini resmi berganti rektor. Setelah acara serah terima jabatan dan pelantikan, dari penjabat rektor, Dr. Andy Tirta kepada Ir. Chairul Hudaya, ST, M.Eng, Ph.D, IPM, dengan masa bakti 2020-2024, Minggu, 16 Februari 2020. Yang dihadiri Pembina Yayasan Dea Mas yang juga Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, sekaligus melantik rektor baru.

Memasuki usianya yang ktujuh tahun, UTS patut berbangga dengan Andy Tirta yang memiliki seegudang prestaasi. Andy Tirta yang telah menyelesaikan tugasnya selama 4 tahun di UTS, dalam sambutannya, mengaku awalnya tidak pernah terbayang akan menjadi rektor di UTS. Namun dengan keteguhan hati, Andy pun mantap ke Sumbawa dan siap dengan segala kondisinya. Ternyata di Sumbawa, Andy menemukan banyak sekali saudara.

Iklan

“Mungkin banyak hal yang tidak berkenan dalam hati akademisi di UTS selama saya menjabat. Namun, itu semua demi kebaikan,” singkat Boy, sapaaan akrab Andy yang berharap agar bisa terus didoakan seraya mengucapkan terima kasih kpada semua pihak yang telah membantunya selama ini. Termasuk kepada masyarakat Sumbawa.

Rektor baru UTS, Chairul Hudaya, atau akrab dipanggil Bang Irul, adalah lulusan University Of Science and Tecnology, Kampus Korea Insitute Of Science and Tecnology Korea Selatan pada 2016.

Semasa menyelesaikan program doktornya, Irul mendapatkan banyak penghargaan atas produktivitas dalam kegiatan penelitian. Ia seorang pakar di bidang teknik energi dan lingkungan. Pada April 2017, Irul terpilih sebagai dosen berprestasi utama Universitas Indonesia. Sekaligus mewakili UI ke ajang kompetisi pemilihan dosen berprestasi tingkat nasional yang digelar Kemenristek Dikti.

Chairul Hudaya dan Andy Tirta adalah dua sahabat, sejak mereka menempuh pendidikan sarjana di UI. Selanjutnya sama sama menempuh pendidikan pasca sarjana di Korea. Kolaborasi keduanya terus terjalin hingga akhir 2019.

Keduanya menerapkan pompa air bertenaga surya untuk mengatasi kesulitan air pada musim kemarau. Bahkan Irul mengaku sengaja “dijerumuskan” oleh Andy ke Sumbawa. Sesampai di Sumbawa, Ia mendapat sambutan luar biasa dan terkesan melihat keramah tamahan orang Sumbawa.

Irul tidak punya visi sendiri. Karena visi dari pendiri UTS sangat luar biasa. Idaman visi pendiri adalah membuat tempat yang nyaman dan menyenangkan. Untuk tumbuh utuh menjadi manusia dan bermanfaat bagi alam semesta. “Dari Bang Zul sudah membuat visi itu. Dan akan terus saya jalankan,” katanya.

Namun, Ia memiliki jargon. Yakni 2 M, Membumi dan Mendunia. Membumi tujuannya, untuk membuat UTS dirasakan manfaatnya bagi masyarakat setempat. Seperti membuat tekhnologi yang memudahkan masyarakat. Mendunia, Ia membayangkan tempat ini menjadi pusat peradaban di Sumbawa, sekaligus pusat perekonomian. Seebab dirinya yakin daerah ini akan berkembang. Mengingat perkembangan suatu daerah akan menjadi pesat. Jika memiliki universitas.

“Juga harus ambil bagian dalam event Moto GP tahun depan. Salah satunya, adalah akan merealisasikan pembuatan motor listrik. Ini tentu akan direalisasikan. Karena itu, saya meminta dukungan semua civitas akademika UTS, agar rencana itu bisa terlaksana. Sehingga UTS bisa menjadi Membumi dan Mendunia,” pungkasnya.

Gubernur NTB, Zulkiflimansyah, berharap Rektor baru akan menghadirkan sesuatu yang luar biasa di tempat ini. Menjadikan UTS seebagai rumah pembelajaran yang menyenangkan untuk tumbuh sebagai manusia yang bermanfaat bagi semesta.

“Di sini bukan tempat cari uang, tapi ini rumah yang nyaman dan menyenangkan untuk tumbuh. Semua yang bekerja, belajar di UTS itu dia harus merasakan rumah yang nyaman dan menyenangkan. Jadi tumbuh bukan sekedar tumbuh, tapi dia utuh fisiknya kuat, pikiran cerdas, spiritual juga bermanfaat bagi semesta,” jelasnya.

Gubernur pun menginginkan dosen UTS menghadirkan manfaat bagi siapa saja.  Menurutnya, yang paling mengesankan saya di periode kepemimpinan Andy Tirta, akreditasi semua prodi di UTS. “Ini bukan pekerjaan yang sederhana, tetapi ditangani Andy Tirta. Setelah saya ngomong ke rektor baru, memang Allah hadirkan pemimpin itu pada masanya masing-masing,” pungkasnya. (arn)