Berdayakan Desa Binaan, Stikes Yarsi Mataram Bentuk Kelompok Donor Darah

Tim Dosen Program Studi D3 Keperawatan saat melakukan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan melalui Pembentukan Kelompok Donor Darah di Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yarsi Mataram sebagai salah satu kampus kesehatan terkemuka di NTB terus berupaya membantu pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa binaan.

Oleh karena itu, tim dosen Program Studi D3 Keperawatan melakukan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan melalui Pembentukan Kelompok Donor Darah di Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, yang merupakan salah satu desa binaan kampus Stikes Yarsi Mataram.

Berdasarkan survei awal yang dilakukan mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) di wilayah Mambalan antara lain di Dusun Baturiti dan Buwuh, didapatkan banyak kelompok rentan yang sewaktu-waktu membutuhkan darah. Kelompok rentan tersebut antara lain ibu hamil, balita, dan lansia. Ibu hamil idealnya membutuhkan tiga kantong darah untuk persiapan melahirkan, sehingga membutuhkan tiga calon pendonor yang harus siap donor jika ibu melahirkan, apalagi jika disertai komplikasi seperti perdarahan. Begitupun dengan balita dan lansia yang juga rentan terkena penyakit, sehingga membutuhkan transfusi darah.

Ketua Program Studi D3 Keperawatan Stikes Yarsi Mataram, Melati Inayati Albayani, Ners., MPH., menjelaskan, tim dosen harus melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, seperti Pembentukan Kelompok Donor Darah, khususnya di wilayah desa binaan seperti di Mambalan.

Pembentukan diawali dengan melakukan sosialisasi tentang syarat pembentukan donor darah yang dilaksanakan pada  Rabu, 18 November 2020.  Sosialisasi diadakan di kantor Desa Mambalan dihadiri pihak-pihak terkait, yaitu tim sosialisasi dari PMI, Kepala Puskesmas Penimbung dan staf, Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Mambalan, Kepala BPD Kecamatan Gunungsari, Babinsa dan Babinkamtibmas, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, kader, dan perwakilan warga.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota PMI Lombok Barat menyatakan, saat ini kebutuhan darah tinggi, sementara stok terbatas, sehingga diperlukan calon pendonor yang siap ketika dibutuhkan. Oleh karena itu, PMI sangat antusias dengan pembentukan kelompok donor darah ini. Setelah sosialisasi kegiatan dilanjutkan dengan melakukan asesmen terhadap kelompok rentan serta melakukan pendataan calon relawan. Selanjutnya, calon relawan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh TIM dari PMI untuk bisa menjadi pendonor tetap dan masuk dalam kelompok donor darah.

Sementara itu, Kepala Desa Mambalan, Tajudin, SIP., memberikan apresiasi kepada Prodi D3 Keperawatan Stikes Yarsi Mataram dan Puskesmas Mambalan serta PMI Lombok Barat yang telah menjadi pelopor pembentukan Kelompok Donor Darah di Desa Mambalan. Pihaknya berharap kelak kelompok donor darah ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin ketika ada warga yang membutuhkan donor darah. (ron)