Berat, Kerusakan Hutan di NTB

Diskusi temu lingkungan membahas kondisi hutan NTB di Kantor Bupati Loteng, Sabtu, 2 Oktober 2021. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Tingkat kerusakan hutan di NTB saat ini sudah sangat memprihatinkan. Hal itu bisa dilihat dari terus menyusutnya luas tutupan hutan di daerah ini. Baik itu di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Hal itu diungkapkan Asisten I Setda NTB, Drs. Hj. Baiq Eva Cahyaningsih, saat temu lingkungan yang diselenggarakan Yayasan Duta Lingkungan NTB dan Persatuan Wartawan Lombok Tengah (Loteng), di kantor Bupati Loteng, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Diakuinya, jika dibandingkan dengan kondisi hutan di Pulau Sumbawa, kondisi hutan di Pulau Lombok masih lebih baik. Tapi tetap saja mengkhawatirkan jika tidak segera dilakukan upaya-upaya penanganan yang serius dengan melibatkan semua elemen di daerah ini.

Iklan

“Memang kalau bicara kerusakan hutan, kondisi di Pulau Sumbawa lebih berat jika dibandingkan dengan di Pulau Lombok,” sebutnya.

Melihat kondisi kerusakan hutan yang mengkhawatirkan tersebut, pemerintah provinsi memberikan perhatian khusus dalam penanganan hutan di daerah ini. Melalui dukungan program yang diharapkan bisa mencegah laju kerusakan hutan. “Melalui program NTB hijau, pemerintah provinsi berharap bisa memperbaiki kondisi hutan di NTB. Paling tidak mencegah laju kerusakan hutan,” terang Eva.

Pun demikian, aku Eva upaya pemerintah provinsi tentu tidak akan bisa maksimal tanpa dukungan semua elemen masyarakat di daerah ini. Peran pemerintah kabupaten dalam hal ini juga sangat diharapkan, karena untuk bisa mengembalikan kondisi hutan NTB, butuh gerakkan bersama. Mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten.

“Ke depan kita berharap ada aksi bersama dan serentak diseluruh kabupaten/kota, melakukan penananam di kawasan-kawasan hutan yang kondisinya rusak. Supaya ke depan perlahan kondisi hutan NTB bisa lebih baik,” imbuhnya.

Tidak kalah penting, kesadaran masyarakat untuk mau bersama-sama menjaga kondisi hutan di daerah ini. Munculnya gerakan-gerakan pecinta lingkungan tingkat daerah patut diapresiasi. Itu sebagai bentuk kepedulian elemen masyarakat terhadap kondisi hutan yang sudah sangat mengkhawatirkan seperti sekarang ini.

“Keberadaan duta lingkungan yang digagas teman-teman media layak mendapat diapresiasi. Dan, kita dorong gerakan yang sama bisa muncul di kabupaten lainya,” ujar Eva. (kir) 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional