Berangkat Lewat Jalur Resmi, PPTKIS Diduga Manipulasi Data Rabitah

Mataram (suarantb.com) – Kepala Disnakertrans NTB, H. Wildan memastikan TKW asal KLU, Sri Rabitah berangkat ke luar negeri sesuai prosedur yang berlaku. Ini disampaikannya dalam rapat bersama anggota Komisi V DPRD NTB, Senin, 13 Maret 2017. “Rabitah berangkat menjadi TKW setelah memenuhi persyaratan dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Perusahaan yang merekrut bernama PT Falah Rima Hudaity Bersaudara yang pusatnya di Jakarta, dan cabangnya ada di sini,” jelasnya.

Iklan

Aktivitas PT Falah Rima Hudaity Bersaudara dalam menjaring calon TKI diawali dengan keluarnya Surat Izin Pengerahan (SIP) nomor B.2111/PPTK-TKLN/SIP/II/2014 yang diterima cabang perusahaan tersebut. Berdasarkan SIP ini, diterbitkan pula Surat Pengantar Rekrut (SPR) dari Disnakertrans tertanggal 26 Maret 2014.

Dalam surat perekrutan dibagi menjadi Lobar 25 orang, Loteng 25 orang, KLU 25 orang dan Lotim 25 orang. Totalnya 100 orang yang akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga dengan tujuan negara Oman. Meski melalui jalur resmi, data yang terdaftar dalam dokumen perjalanan Rabitah diduga telah dimanipulasi PPTKIS.

Rabitah yang aslinya berasal dari Desa Sesait KLU dalam data Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) BNP2TKI tertulis berasal dari Desa Sesela Lobar. Negara tujuan yang tertera dalam SPR dan lampiran berita acara seleksi calon TKI yang ditandatangani Kabid Pelatihan dan Penempatan Disosnakertrans Lobar, Mujahiddin dan Kepala Cabang PT Falah Rima Hudaity Bersaudara di Mataram, Budi Winarta bertuliskan Oman. Sementara faktanya Rabitah dipekerjakan di Qatar bukan Oman.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H. MNS Kasdiono menyatakan kecurigaannya terhadap perubahan tersebut. Terutama terkait perubahan negara penempatan. “Ini laporan penempatan, apakah dilaporkan atau tidak? Kalau mengacu pada situasi ini, saya haqqul yakin ini tidak dilakukan,” demikian Kasdiono. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here