Berangkat 2008, PMI di Bima Hilang Kontak

Fatahullah. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Salah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kaleo Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, hilang kontak di Arab Saudi. Terhitung mulai sejak tahun 2012-2021. Kuat dugaan PMI tersebut telah menjadi korban perdagangan manusia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima, Fatahullah kepada wartawan di kantornya, Senin, 20 September 2021 menyampaikan, PMI atas nama Melisa (35) berangkat melalui PPTKIS Bumen Jaya Eka Putra pada tahun 2008. Ia mengambil sektor informal sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Arab Saudri.

Iklan

Selama empat tahun pertama berada di negara penempatan, Melisa intens berkomunikasi dengan pihak keluarga. Bahkan, sempat mengirim gajinya sebesar Rp26 juta. Memasuki tahun kelima, ia hilang kotak sampai saat ini. “Tahun kelima sampai sekarang mulai hilang kontak dengan pihak keluarga,” ungkapnya.

Kabar hilangnya kontak Melisa, lanjut dia, diadukan pihak keluarga tahun 2018. Kemudian disikapinya dengan bersurat ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI serta Kementerian Ketenagakerjaan RI pada tahun yang sama.

Surat permohonan pertama agar lembaga terkait itu membantu melacak keberadaan Melisa, pun memfasilitasi proses pemulangan rupanya tidak membuahkan hasil. Demikian pula surat permohonan kedua yang dilayangkan tahun 2020. “Sudah dua kali kita bersurat cuma tidak membuahkan hasil, ini mau layangkan lagi surat ketiga. Kita meminta agar membantu pelacakan,” jelasnya.

Melisa, tegas Fatahullah, berangkat secara legal ke Arab Saudi. Namun mengingat selama berada di negara penempatan tidak pernah pulang untuk melakukan perpanjangan izin tinggal, ia secara otomatis dinyatakan ilegal.

Dalam statusnya itu, apalagi tidak pernah ada kontak dengan pihak keluarga, besar kemungkinan telah terjadi masalah pada PMI tersebut. Apakah meninggal dunia, menjadi korban perdagangan manusia atau terdapat persoalan lain. “Pihak keluarga sangat berharap agar PMI ini segera ditemukan dan dipulangkan ke Indonesia,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional